NUSANEWS.CO.ID -SAMARINDA. Pemilihan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) periode 2026–2030 mulai memasuki fase persaingan yang dinamis. Salah satu figur yang menyatakan keseriusannya maju dalam kontestasi tersebut adalah Rudianto Amirta atau yang akrab disapa Prof Rudi.
Akademisi yang dikenal aktif membangun kerja sama internasional itu membawa gagasan besar terkait percepatan transformasi Unmul menuju perguruan tinggi berdaya saing global.
Menurut Prof Rudi, Universitas Mulawarman memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh, terutama di tengah posisi strategis Kalimantan Timur sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Momentum ini harus dimanfaatkan. Unmul harus mampu mengambil peran lebih besar sebagai kampus rujukan di kawasan timur Indonesia,” ujarnya.
Ia menilai penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu pekerjaan utama yang harus segera dibenahi. Dukungan terhadap dosen muda, peningkatan kualitas riset, serta kemudahan akses studi lanjut dinilai menjadi kunci percepatan kemajuan perguruan tinggi.
Menurutnya, banyak tenaga pengajar memiliki potensi besar, namun belum sepenuhnya mendapatkan sistem pendukung yang optimal.
“Kampus harus hadir membantu pengembangan karier dosen, bukan membiarkan mereka berjuang sendiri,” katanya.
Selain itu, Prof Rudi juga menaruh perhatian terhadap pengembangan jejaring internasional. Ia menilai kolaborasi global bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan utama agar kampus mampu bersaing di tingkat dunia.
Selama ini, ia mengaku aktif membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri, termasuk dalam program riset dan pengembangan akademik.
Baginya, pencapaian akreditasi internasional harus diikuti dengan peningkatan kualitas nyata dalam proses pendidikan, penelitian, dan publikasi ilmiah.
“Target kita bukan hanya pengakuan administratif, tetapi bagaimana Unmul benar-benar dikenal melalui kualitas akademiknya,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada internal kampus, Prof Rudi juga mendorong pentingnya sinergi dengan pemerintah pusat dan berbagai pemangku kepentingan nasional. Menurutnya, dukungan jejaring yang kuat akan mempercepat pembangunan kampus, baik dari sisi infrastruktur maupun pengembangan program strategis.
Kontestasi pemilihan rektor sendiri diperkirakan berlangsung kompetitif dengan munculnya sejumlah nama yang mulai mendapat perhatian sivitas akademika. Namun demikian, Prof Rudi optimistis visi transformasi yang diusungnya mampu menjadi salah satu alternatif bagi masa depan Unmul.
“Yang dibutuhkan kampus saat ini adalah keberanian melakukan percepatan dan kemampuan membangun kolaborasi luas,” pungkasnya. (MEI)












