KALTARANusantaraPARIWARAUtama

Papua Selatan Disiapkan Jadi Lumbung Pangan Nasional, ATR/BPN Perkuat Tata Ruang

NUSANEWS.CO.ID -JAKARTA.  Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus memperkuat dukungannya terhadap pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Provinsi Papua Selatan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui percepatan penataan ruang dan penerbitan perizinan pemanfaatan ruang guna mendukung kelancaran pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah tersebut.

Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, mengatakan salah satu langkah penting yang telah dilakukan adalah penyesuaian tata ruang sebagai fondasi pembangunan kawasan.

“Penetapan RTRW Provinsi Papua Selatan telah dilaksanakan pada Oktober 2025. Selain itu, dari target 19 Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), saat ini empat RDTR telah ditetapkan melalui peraturan kepala daerah,” ujar Ossy dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Dari empat RDTR yang telah ditetapkan, tiga di antaranya telah terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS). Integrasi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses investasi dan memberikan kepastian hukum dalam pemanfaatan ruang di Papua Selatan.

Selain penataan ruang, Kementerian ATR/BPN juga mencatat kemajuan dalam aspek perizinan. Hingga saat ini, tiga Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) telah diterbitkan untuk mendukung pengembangan kawasan pangan, pelabuhan pendukung, serta perkebunan sawit. Sementara itu, tiga permohonan KKPR lainnya masih dalam tahap proses.

Ossy menegaskan bahwa Kementerian ATR/BPN siap mendukung setiap permohonan KKPR yang diajukan selama seluruh persyaratan yang ditentukan dapat dipenuhi.

“Pada prinsipnya, Kementerian ATR/BPN akan selalu mendukung permohonan KKPR yang diajukan kepada kami sepanjang persyaratan yang diperlukan dapat dipenuhi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Papua Selatan juga menunjukkan capaian positif dalam pemenuhan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B). Provinsi termuda di Indonesia itu telah memenuhi ketentuan nasional sebesar 87,24 persen, yang dinilai menjadi modal kuat untuk mendukung ketahanan pangan nasional di masa depan.

Menurut Ossy, potensi Papua Selatan tidak hanya sebagai kawasan produksi pangan, tetapi juga dapat berkembang menjadi pusat energi dan bioindustri nasional. Karena itu, pembangunan yang dilakukan harus ditopang oleh tata ruang yang jelas, legalitas yang kuat, dan kepastian pemanfaatan ruang agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Rakortas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Fais Nurofiq, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait lainnya. (*/ADV/MEI)

#KantahKabBulungan2

#KementerianATRBPN

#MelayaniProfesionalTerpercaya

#MajuDanModern

#MenujuPelayananKelasDunia

 

Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/

Badan Pertanahan Nasional

 

X: x.com/kem_atrbpn

Instagram: instagram.com/kementerian.atrbpn/

Fanpage facebook: facebook.com/kementerianATRBPN

Youtube: youtube.com/KementerianATRBPN

TikTok: tiktok.com/@kementerian.atrbpn

Situs: atrbpn.go.id

PPID: ppid.atrbpn.go.id

WhatsApp Pengaduan: 0811-1068-0000