NUSANEWS.CO.ID – SLEMAN. Menentukan program studi (prodi) menjadi salah satu keputusan penting bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, tidak sedikit calon mahasiswa yang masih bingung menentukan pilihan karena belum memahami bidang yang sesuai dengan minat maupun prospek karier yang akan dijalani di masa depan.
Bagi lulusan SMA/sederajat yang tertarik pada bidang agraria, pertanahan, pengukuran dan pemetaan, hingga tata ruang, Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) dapat menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan. Perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini menawarkan empat program studi (prodi) Sarjana Terapan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia di sektor pertanahan dan tata ruang.
Keempat program studi tersebut adalah Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP), Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP), Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT), serta Sarjana Terapan Pertanahan.
SPIP, Pilihan bagi Pecinta Teknologi Geospasial
Program Studi Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP) cocok bagi calon mahasiswa yang menyukai teknologi, pengukuran, pemetaan, dan analisis data spasial. Selama perkuliahan, mahasiswa dibekali kompetensi mulai dari teknik pengukuran tanah, sistem informasi geografis (SIG), fotogrametri, hingga pemetaan digital berbasis teknologi terkini.
Salah satu taruna SPIP, Dandi Resando, mengaku tertarik memilih program studi ini karena menggabungkan praktik lapangan dengan pemanfaatan teknologi modern.
“Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung melakukan pengukuran dan pemetaan di lapangan. Saya tertarik dengan penggunaan teknologi geospasial yang terus berkembang dan memiliki peran penting dalam pembangunan serta pengelolaan pertanahan,” ujarnya.
MPRP, Mempelajari Tata Ruang dan Perencanaan Wilayah
Bagi yang tertarik pada isu pembangunan, perencanaan wilayah, dan kebijakan publik, Program Studi Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP) menjadi pilihan yang tepat. Mahasiswa akan mempelajari penataan ruang, pengelolaan pertanahan, pelayanan pertanahan berbasis elektronik, hingga analisis kebijakan agraria.
Taruni MPRP, Ayu Hanan Mutia, mengaku ketertarikannya muncul karena ingin memahami bagaimana suatu wilayah direncanakan dan ditata dengan baik.
“Saya melihat masih banyak persoalan tata ruang di daerah, misalnya kawasan industri yang berdekatan dengan permukiman atau pemanfaatan ruang yang belum sesuai. Karena itu saya ingin mempelajari bagaimana perencanaan tata ruang dapat mendukung pembangunan yang lebih baik,” tuturnya.
KMPT, Fokus pada Pelayanan dan Administrasi Pertanahan
Sementara itu, Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT) diperuntukkan bagi mereka yang memiliki minat pada pelayanan publik, administrasi pertanahan, dan pengelolaan data berbasis teknologi.
Mahasiswa KMPT akan mempelajari sistem pendaftaran tanah, tata kelola administrasi pertanahan, kebijakan pertanahan, serta pengembangan layanan publik yang efektif dan modern.
“Saya lebih tertarik pada aspek hukum dan kebijakan pertanahan dibandingkan perhitungan teknis. Di KMPT saya belajar memahami proses pendaftaran tanah dan bagaimana kebijakan pertanahan dapat memberikan kepastian hukum bagi masyarakat,” kata Rizaldi Secondia Putra.
Prodi Pertanahan, Memahami Agraria Secara Komprehensif
Bagi calon mahasiswa yang tertarik pada hukum agraria, penyelesaian sengketa tanah, pengadaan tanah untuk pembangunan, hingga pengendalian pemanfaatan ruang, Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan menawarkan cakupan pembelajaran yang lebih luas dan komprehensif.
Taruni asal Bali, Ni Putu Arista Pradnyaswari, memilih prodi ini karena sesuai dengan minatnya yang menyukai aktivitas lapangan dan tantangan baru.
“Saya suka mencoba hal baru dan senang kegiatan di alam. Ketika mencari informasi tentang Politeknik Agraria STPN, saya melihat banyak kegiatan praktik lapangan dan kesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ungkapnya.
Penerimaan Taruna Baru Masih Dibuka
Pada Seleksi Penerimaan Taruna Baru Tahun Akademik 2026/2027, Politeknik Agraria STPN menyediakan kuota sebanyak 350 calon taruna. Kuota tersebut terdiri atas 260 peserta melalui jalur umum, 60 peserta jalur tugas belajar bagi aparatur yang mendapat penugasan dari Kementerian ATR/BPN, serta 30 peserta melalui jalur kerja sama pemerintah daerah.
Dengan pilihan program studi yang semakin beragam dan spesifik, calon taruna memiliki kesempatan untuk memilih bidang pendidikan yang sesuai dengan minat, bakat, serta rencana karier di masa depan.
Pendaftaran Seleksi Penerimaan Taruna Baru Politeknik Agraria STPN masih dibuka hingga 18 Juni 2026. Informasi lengkap mengenai persyaratan, tahapan seleksi, dan ketentuan pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi Politeknik Agraria STPN. (adv/*/dim)
#KantahKabBulungan2
#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia
Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
Badan Pertanahan Nasional
X: x.com/kem_atrbpn
Instagram: instagram.com/kementerian.atrbpn/
Fanpage facebook: facebook.com/kementerianATRBPN
Youtube: youtube.com/KementerianATRBPN
TikTok: tiktok.com/@kementerian.atrbpn
Situs: atrbpn.go.id
PPID: ppid.atrbpn.go.id
WhatsApp Pengaduan: 0811-1068-0000












