KALTIMNusantaraUtama

Ketua PTA Samarinda Lantik Empat Ketua Pengadilan Agama di Kaltim

NUSANEWS.CO.ID – SAMARINDA. Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Samarinda, H Mame Sadafal, melantik empat Ketua Pengadilan Agama (PA) di lingkungan Kalimantan Timur, Kamis (21/5), di Samarinda.

Empat pejabat yang dilantik yakni Rukayah sebagai Ketua Pengadilan Agama Samarinda, Abdurrahman sebagai Ketua Pengadilan Agama Tenggarong, Khalisatun Nisa sebagai Ketua Pengadilan Agama Bontang, serta Nahdiyanti sebagai Ketua Pengadilan Agama Penajam Paser Utara (PPU).

Pelantikan tersebut turut dihadiri seluruh Ketua Pengadilan Agama se-Kalimantan Timur, para panitera, serta sekretaris pengadilan agama di wilayah Kaltim, para Hakim Tinggi,Ketua Dharmayukti Karini Cabang PTA Samarinda, termasuk keluarga dekat  dan pasangan pejabat yang dilantik.

‎Ia menerangkan, Ketua PA Samarinda sebelumnya mendapat promosi sebagai Hakim Tinggi Agama di Kalimantan Tengah, tepatnya di Palangkaraya. Sementara Ketua PA Tenggarong sebelumnya dipromosikan menjadi Wakil Ketua Pengadilan Agama Kelas IA di Lumajang, Jawa Timur. Adapun Ketua PA Bontang dan Ketua PA Penajam Paser Utara yang baru dilantik merupakan pejabat hasil promosi dari jabatan Wakil Ketua Pengadilan Agama Kelas II.

‎“Seluruh formasi pimpinan kini telah terisi dengan baik. Harapan Mahkamah Agung, pimpinan pengadilan mampu membawa perubahan yang cepat, khususnya dalam peningkatan pelayanan berbasis elektronik yang saat ini terus dikembangkan di lingkungan peradilan agama,” ujar Mame Sadafal.

Selain pelantikan, Ketua PTA Samarinda juga menyerahkan penghargaan penetapan satuan kerja dengan capaian indikator pelaksanaan anggaran Triwulan I Tahun 2026 dengan nilai sempurna. Penghargaan tersebut diberikan kepada PA Samarinda, PA Bontang, dan PA Sangatta.

Dalam pembinaannya, H Mame Sadafal, menegaskan bahwa jabatan ketua pengadilan bukan sekadar fasilitas, melainkan amanah besar yang bertumpu pada tiga hal utama, yakni kepercayaan, integritas, dan kepemimpinan adaptif. “Jabatan ini adalah amanah besar.

Menjadi ketua itu berat karena ada tanggung jawab untuk membawa pengadilan agama menuju pelayanan prima. Ini juga merupakan kontrak sosial kepada masyarakat dan tanggung jawab kepada Tuhan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya integritas tanpa kompromi bagi para pimpinan pengadilan agama. Menurutnya, seorang ketua harus menjadi nahkoda yang mampu menjaga marwah pengadilan melalui keselarasan antara perkataan dan perbuatan. “Anda adalah nahkoda kapal. Integritas adalah harga mati. Harus berani menegakkan kebenaran demi marwah pengadilan. Jadilah role model dan jangan menjadi ketua yang terlambat menggerakkan gerbongnya,” tegasnya.

Selain itu, ia meminta para pimpinan yang baru dilantik menjadi pemimpin yang adaptif dan humanis, namun tetap tegas dalam memimpin satuan kerja. “Kita yang melayani, bukan meminta untuk dilayani. Jadilah contoh yang baik. Saya percaya empat pejabat yang dilantik hari ini adalah yang terbaik,” katanya.

Sementara itu, Ketua PA Samarinda yang baru dilantik Rukayah, mewakili ketua PA lain yang dilantik  menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah dan membawa Pengadilan Agama Samarinda terus berkembang.

Ia juga berharap mendapat dukungan dari Ketua PTA Samarinda dalam menjalankan tugasnya. “InsyaAllah kami siap berlari bersama dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya. (mei)