NUSANEWS.CO.ID – SAMARINDA. Pagi itu, satu per satu warga mulai berdatangan ke gedung baru Puskesmas Harapan Baru di Jalan Cipto Mangunkusumo, Samarinda. Ada ibu yang menggandeng anaknya untuk imunisasi, lansia yang datang memeriksa tekanan darah, hingga warga yang sekadar ingin memastikan kesehatannya tetap terjaga.
Di balik aktivitas pelayanan yang kini tampak lebih tertata dan nyaman itu, tersimpan harapan besar masyarakat Loa Janan Ilir terhadap layanan kesehatan yang semakin dekat, manusiawi, dan mudah dijangkau.
Setelah bertahun-tahun menempati bangunan lama di Jalan Kurnia Makmur, Puskesmas Harapan Baru kini resmi beroperasi di gedung baru yang lebih luas dan representatif. Peresmian dilakukan Rabu (7/5), sekaligus menandai langkah baru pelayanan kesehatan masyarakat di kawasan tersebut.
Lokasinya pun strategis, berada di tengah kawasan pelayanan publik terpadu yang dibangun Pemerintah Kota Samarinda. Di sekelilingnya berdiri pasar rakyat, koperasi merah putih, rumah susun hingga tempat pelelangan ikan—membentuk ruang kehidupan masyarakat yang saling terhubung.
Namun di antara semua fasilitas itu, keberadaan puskesmas menjadi tempat yang paling dicari warga ketika kesehatan keluarga dipertaruhkan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan kawasan tersebut memang dirancang agar masyarakat bisa mendapatkan berbagai layanan dasar dalam satu lokasi.
“Dengan keberadaan puskesmas ini, kami berharap akses pelayanan kesehatan semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat,” ujarnya.
Bagi warga, gedung baru ini bukan sekadar bangunan dengan cat yang masih terlihat segar. Ia hadir membawa rasa nyaman yang selama ini diharapkan banyak pasien.
Ruang pelayanan yang lebih luas membuat antrean terasa lebih tertib. Sirkulasi udara lebih baik. Area tunggu lebih ramah bagi ibu membawa anak maupun para lansia yang datang memeriksakan kesehatan.
Kepala Puskesmas Harapan Baru, dr Deasi Nursanti, menyebut pihaknya ingin menghadirkan pelayanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga membuat masyarakat merasa diperhatikan.
“Dengan gedung baru yang lebih luas, kami berupaya memberikan pelayanan maksimal baik di dalam gedung maupun pelayanan luar gedung,” katanya.
Kini, Puskesmas Harapan Baru juga mulai menghadirkan layanan yang sebelumnya belum tersedia di puskesmas lain di Samarinda, yakni fisioterapi sederhana. Layanan ini ditujukan membantu masyarakat yang membutuhkan terapi fisik ringan tanpa harus pergi jauh ke rumah sakit besar.
“Kami sudah merekrut satu tenaga fisioterapi dan mulai bekerja bulan ini,” jelas dr Deasi.
Bagi warga dengan keluhan nyeri otot, gangguan sendi, atau pemulihan pasca sakit, layanan kecil ini bisa menjadi bantuan besar. Terlebih bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi yang selama ini sulit mengakses terapi kesehatan secara rutin.
Tak hanya itu, pelayanan kesehatan juga kini dirancang lebih menyentuh seluruh siklus kehidupan warga. Mulai dari ibu hamil, bayi, anak-anak, remaja, hingga lansia, semuanya mendapat ruang pelayanan melalui sistem Integrasi Layanan Primer (ILP) yang diterapkan Kementerian Kesehatan.
Di luar gedung, petugas kesehatan tetap aktif turun ke masyarakat lewat posyandu terintegrasi, memastikan pelayanan kesehatan tidak berhenti hanya di ruang pemeriksaan.
Ada semangat baru yang tumbuh di Puskesmas Harapan Baru hari ini. Para tenaga kesehatan datang lebih pagi, ruang pelayanan mulai sibuk sejak pagi buta, dan masyarakat perlahan merasakan bahwa pelayanan kesehatan kini hadir lebih dekat dari sebelumnya.
Dengan tambahan tenaga dokter, fisioterapis, hingga petugas administrasi, pelayanan pun diharapkan semakin optimal.
Bagi dr Deasi dan seluruh tenaga kesehatan di sana, gedung baru ini bukan sekadar perpindahan lokasi. Ini adalah tentang menghadirkan rasa aman bagi masyarakat ketika mereka datang membawa keluhan, rasa sakit, dan harapan untuk sembuh.
“Kami berharap masyarakat memanfaatkan fasilitas ini dengan baik dan bersama-sama menjaga pelayanan kesehatan agar semakin optimal,” pungkasnya.
Dan di sudut Loa Janan Ilir itu, sebuah gedung baru kini berdiri bukan hanya sebagai fasilitas kesehatan, tetapi sebagai tempat warga menitipkan harapan tentang hidup yang lebih sehat dan lebih baik. (mei)












