NUSANEWS.CO.ID -SAMARINDA. RSUD Abdul Wahab Sjahranie terus memperkuat pengembangan riset kesehatan dan jejaring kolaborasi internasional melalui kegiatan Roundtable Discussion Pengembangan Riset dan Pelatihan yang digelar pada Senin (18/5) di Ruang Buana Gedung Utama Lantai 2 RSUD AWS.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30–12.00 WITA tersebut juga diikuti secara daring melalui Zoom Meeting dan dihadiri berbagai unsur strategis, mulai dari pimpinan rumah sakit, tim penelitian, akademisi, hingga mitra pemerintah dan internasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Advisor Health Kaltim DR dr Muhammad Afzal Mahmood, Wadir Diklitlit/SDM RSUD AWS Masitah, Kepala BRIDA Kalimantan Timur Fitriansyah, Ketua KMS Urologi RSUD AWS dr Boyke Soebali, perwakilan Universitas Mulawarman, serta jajaran Dinas Kesehatan Kalimantan Timur.
Dalam forum tersebut dibahas perkembangan pelaksanaan penelitian yang dijalankan tiga tim riset RSUD AWS, yakni Tim Penelitian Urologi, Tim Penelitian PKRS, dan Tim Penelitian Keperawatan. Ketiga penelitian itu merupakan program lanjutan sejak 2025 yang sebelumnya melibatkan tujuh tim penelitian dan kini masih dalam proses publikasi jurnal ilmiah.
Kepala BRIDA Kaltim Fitriansyah menyampaikan bahwa saat ini terdapat tiga prioritas utama penelitian daerah, yakni ketahanan pangan, energi, dan kesehatan.
“Riset kesehatan menjadi salah satu sektor penting karena memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Karena itu, kami mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi jurnal saja, tetapi juga dapat diimplementasikan secara nyata di masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, BRIDA Kaltim berkomitmen mendukung pengembangan inovasi berbasis potensi lokal Kalimantan Timur, termasuk kawasan hutan, pesisir pantai, dan sumber daya daerah lainnya sebagai bagian dari penguatan penelitian daerah.
Selain fokus pada pelayanan kesehatan dan penyakit, forum tersebut juga menyoroti meningkatnya persoalan kesehatan mental, khususnya di kalangan remaja. Isu mental health dinilai perlu mendapat perhatian lebih dan berpotensi menjadi salah satu fokus penelitian kesehatan di masa mendatang.
Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan ini ialah penguatan kerja sama strategis dengan berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Airlangga dan Universitas Mulawarman. Fakultas dari Universitas Mulawarman disebut telah terlibat aktif dalam proyek promosi kesehatan, penelitian, dan intervensi yang bertujuan meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan staf rumah sakit.
Advisor Health Kaltim, DR dr Muhammad Afzal Mahmood menegaskan bahwa budaya riset sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan secara berkelanjutan.
“Rumah sakit modern tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan, tetapi juga harus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan penelitian yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, penelitian juga perlu melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran dan penguatan budaya akademik di lingkungan rumah sakit.
Di sisi lain, unit keperawatan RSUD AWS saat ini tengah melakukan penelitian inovatif mengenai pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam penyempurnaan protokol klinis keperawatan. Penelitian tersebut dinilai menjadi pendekatan modern dalam meningkatkan standar operasional prosedur dan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan.
Sementara itu, Departemen Urologi yang dipimpin dr Boyke Soebali sedang menjalankan penelitian terkait tekanan di dalam ginjal saat proses pengangkatan batu ginjal menggunakan teknologi laser.
“Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting terhadap peningkatan keselamatan pasien sekaligus pengembangan prosedur urologi minimal invasif,” jelas dr Boyke.
Dalam upaya memperluas jejaring riset internasional, DR dr Muhammad Afzal Mahmood juga menjembatani kolaborasi dengan kolega dari University of Adelaide dan Royal Adelaide Hospital. Kerja sama tersebut diharapkan mampu mengembangkan penelitian RSUD AWS menjadi proyek riset berskala internasional.
Melalui kegiatan ini, RSUD AWS menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya riset berbasis evidence-based medicine, memperkuat kolaborasi nasional dan internasional, serta mendorong lahirnya inovasi kesehatan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kalimantan Timur. (MEI)












