NUSANEWS.CO.ID – KUTAI TIMUR. Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, resmi menutup Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Angkatan 116, 117, dan 118 di Aula Meranti Kantor Bupati Kutai Timur, Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta, Selasa (13/5). Sebanyak 128 peserta dinyatakan lulus 100 persen setelah mengikuti pelatihan selama lebih dari tiga bulan.


Dalam sambutannya, Ardiansyah Sulaiman membagikan pengalaman pribadinya saat pertama kali menjadi Pegawai Negeri Sipil sebagai guru dengan golongan III/a di Kecamatan Muara Ancalong. Ia mengisahkan perjuangan hidup di masa lalu sebagai pelajaran penting bagi para CPNS yang kini memulai pengabdian kepada negara.
“Pertama kali bertugas sebagai guru, saya ditempatkan di Kecamatan Muara Ancalong. Waktu itu gaji pertama saya hanya sekitar Rp160 ribu per bulan,” ujarnya.
Ia juga mengenang masa kecil yang penuh keterbatasan, termasuk pernah mengonsumsi nasi bulgur dalam kondisi sulit demi bertahan hidup. Menurutnya, pengalaman tersebut membentuk mental perjuangan dan rasa syukur dalam menjalani kehidupan serta pengabdian sebagai aparatur negara.
Bupati Kutim menegaskan bahwa keberhasilan seorang ASN tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh semangat pengabdian kepada masyarakat dan negara.
Sementara itu, Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim, Jauhar Efendi yang juga pernah menjabat sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kutai Timur tahun 2020, memaknai kisah yang disampaikan Bupati sebagai pesan moral agar para CPNS lebih bersyukur atas kesempatan yang diperoleh saat ini.
Ia mengingatkan para peserta untuk memahami kondisi keuangan negara dan daerah yang tengah menghadapi tantangan, termasuk dampaknya terhadap Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP).
Sebelumnya, Kepala BKPSDM Kutai Timur, Misliansyah, melaporkan bahwa kegiatan Latsar berlangsung selama 93 hari, mulai 9 Februari hingga 13 Mei 2026, dengan total 673 jam pelajaran.
Peserta berasal dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, termasuk kecamatan dan rumah sakit daerah. Pelatihan dilaksanakan menggunakan metode blended learning, yakni kombinasi pembelajaran daring dan tatap muka.
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional (PKMF) BPSDM Kalimantan Timur, Apriyana, menjelaskan bahwa sebagian materi juga dipelajari secara mandiri oleh peserta melalui modul online yang telah disiapkan panitia.
Di kesempatan yang sama, Kepala BPSDM Kalimantan Timur, Nina Dewi, mengapresiasi kerja sama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dengan BPSDM Kaltim dalam penyelenggaraan Latsar.
Ia menegaskan bahwa seluruh peserta telah dibekali nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagai fondasi dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
“Anda semua dibekali nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK agar tidak hanya menjadi pegawai yang memiliki kecakapan teknis, tetapi juga berintegritas, bermental melayani, dan berjiwa nasionalis,” ujarnya.
Dalam acara penutupan tersebut, panitia juga mengumumkan peserta terbaik dari masing-masing angkatan. Untuk Angkatan 116, peringkat pertama diraih oleh ST. Rahmawati dari Inspektorat Daerah. Peringkat pertama Angkatan 117 diraih Fadhilla Puji Cahyani dari Dinas Permukiman. Sedangkan Angkatan 118 diraih Hardiansyah dari Kantor Camat Bengalon.
Jauhar Efendi yang menjadi penguji Fadhilla Puji Cahyani menilai peserta tersebut menunjukkan konsistensi dan kesungguhan sejak seminar rancangan hingga laporan aktualisasi.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Hardiansyah yang dinilai memiliki semangat belajar tinggi selama proses pelatihan. Menurutnya, inovasi digitalisasi arsip dinamis yang dilakukan Hardiansyah bahkan berhasil mengantarkan Kecamatan Bengalon meraih juara dua lomba kearsipan tingkat kecamatan se-Kabupaten Kutai Timur.
Acara penutupan berlangsung khidmat dan dihadiri para kepala perangkat daerah, camat, mentor peserta, serta jajaran BPSDM Kalimantan Timur sebagai mitra strategis BKPSDM Kutai Timur. (mei)












