NUSANEWS.CO.ID – SAMARINDA. Anggapan bahwa minum air putih dalam jumlah banyak dapat langsung meluruhkan lemak tubuh masih kerap dipercaya masyarakat. Padahal, secara ilmiah, hal tersebut tidak sepenuhnya tepat.
Koordinator Unit Penyuluhan dan Konsultasi Gizi RSUD IA Moeis, Arina Astuti Dewi, menjelaskan bahwa air putih memang berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh, tetapi bukan faktor utama dalam proses pembakaran lemak.
“Air putih membantu mengontrol nafsu makan, mendukung metabolisme, dan membuat aktivitas fisik lebih optimal. Namun, tidak secara langsung membakar lemak,” ujarnya.
Ia menyoroti bahwa persoalan obesitas di Indonesia masih cukup tinggi dan menjadi faktor risiko berbagai penyakit tidak menular seperti Diabetes, Hipertensi, hingga penyakit kardiovaskular.
Salah satu pemicu yang banyak ditemukan saat ini adalah pola konsumsi tinggi gula, terutama dari minuman manis atau minuman kekinian yang digemari kalangan remaja.
“Jika dikonsumsi setiap hari, minuman tinggi gula bisa meningkatkan asupan kalori berlebih yang berujung pada kenaikan berat badan,” jelasnya.
Meski demikian, Arina mengakui bahwa konsumsi air putih tetap memiliki manfaat dalam mendukung program penurunan berat badan. Ia merujuk pada sebuah studi yang menunjukkan bahwa minum sekitar 500 mililiter air putih sebelum makan dapat membantu mengurangi asupan kalori.
Namun, ia menegaskan bahwa hasil tersebut hanya akan efektif jika diiringi perubahan gaya hidup secara menyeluruh.
“Penurunan berat badan tidak bisa instan. Harus disertai olahraga rutin, pengaturan pola makan, serta pembatasan gula dan lemak,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan masyarakat untuk lebih kritis terhadap informasi kesehatan yang beredar, terutama yang menjanjikan hasil cepat tanpa dasar ilmiah yang jelas.
“Air putih penting untuk kesehatan, tetapi bukan solusi tunggal untuk menurunkan berat badan. Kunci utamanya tetap pada pola hidup sehat yang konsisten,” tutupnya. (adv/mei)












