NUSANEWS.CO.ID -SAMARINDA. Sebanyak 1.028 calon jemaah haji asal Samarinda dipastikan siap diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Seluruh jemaah telah melewati tahapan pemeriksaan kesehatan dan melengkapi vaksinasi wajib sesuai ketentuan terbaru dari Pemerintah Arab Saudi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih, menyebutkan bahwa kloter pertama dijadwalkan berangkat pada 26 April 2026. Ia memastikan seluruh persiapan, terutama dari aspek kesehatan, telah dilakukan secara menyeluruh. “Total ada sekitar 1.028 calon jemaah haji dari Samarinda tahun ini. Insya Allah kloter pertama berangkat 26 April,” ujarnya.
Selain itu, para jemaah juga telah mengikuti manasik haji sebagai bagian dari pembekalan sebelum keberangkatan. Kegiatan tersebut dirangkai dengan pelepasan resmi oleh pemerintah daerah.
Ismed menegaskan, aspek kesehatan menjadi syarat utama dalam pelaksanaan ibadah haji, sejalan dengan konsep istitha’ah atau kemampuan fisik dan kesehatan jemaah. Seluruh calon jemaah telah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan setelah melalui pemeriksaan menyeluruh.
Tahun ini, terdapat perubahan aturan vaksinasi yang cukup signifikan. Jika sebelumnya hanya vaksin meningitis yang diwajibkan, kini bertambah menjadi tiga jenis vaksin, yakni meningitis, polio, dan Covid-19. “Seluruh jemaah wajib mendapatkan tiga vaksin tersebut. Ini merupakan kebijakan baru dari Arab Saudi dalam rangka penguatan perlindungan kesehatan,” jelasnya.
Pemerintah Arab Saudi juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara acak terhadap jemaah setibanya di Tanah Suci. Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi kesehatan seluruh jemaah tetap terjaga selama pelaksanaan ibadah haji.
Tak hanya itu, terdapat enam kategori penyakit yang menjadi perhatian serius, seperti gagal ginjal kronis, gangguan paru-paru, hati, jantung, serta penyakit menular. Jemaah dengan kondisi tersebut berpotensi tidak diizinkan berangkat.
Dinas Kesehatan pun mengingatkan para jemaah untuk terus menjaga kondisi fisik hingga hari keberangkatan. Pasalnya, kesehatan yang menurun menjelang keberangkatan dapat berdampak pada kelayakan berangkat.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Samarinda juga menyiapkan dukungan tenaga kesehatan untuk mendampingi jemaah selama di Tanah Suci, yakni dua dokter dan dua perawat.
Sebanyak 1.028 jemaah tersebut akan dibagi ke dalam empat kelompok terbang (kloter), dengan dua kloter penuh berisi sekitar 350 orang per kloter.
Dinas Kesehatan berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.
“Yang terpenting, jemaah tetap menjaga kesehatan dari sekarang hingga keberangkatan, agar seluruh rangkaian ibadah bisa dijalankan dengan baik,” tutup Ismed. (adv/mei)












