NUSANEWS.CO.ID -SAMARINDA. RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda resmi memperkenalkan CIRO, maskot karakter Pesut Mahakam yang akan menjadi wajah baru edukasi dan promosi kesehatan rumah sakit. Penetapan CIRO dilakukan melalui Keputusan Direktur RSUD IA Moeis Nomor 445.1.01/210/100.02.028/2026, sebagai bagian dari strategi penguatan branding dan pelayanan prima menuju tahun 2026.
CIRO bukan sekadar maskot visual. Karakter ini dirancang sebagai simbol transformasi pelayanan kesehatan yang lebih humanis, ramah, dan dekat dengan masyarakat. Mengusung identitas Pesut Mahakam—satwa endemik Kalimantan Timur—CIRO merepresentasikan kearifan lokal sekaligus semangat modernisasi layanan kesehatan.
Nama CIRO sendiri merupakan singkatan dari Ceria, Inovatif, Ramah, dan Optimis. Empat nilai ini menjadi fondasi karakter yang akan hadir dalam berbagai aktivitas edukasi kesehatan, kampanye layanan publik, hingga interaksi langsung dengan pasien dan keluarga.
Dalam kesehariannya, CIRO digambarkan sebagai sosok yang mudah didekati oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Dengan ekspresi ceria dan sikap bersahabat, CIRO diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih nyaman, terutama bagi pasien yang sedang menjalani perawatan.
Tak hanya itu, CIRO juga diposisikan sebagai figur edukatif. Melalui pendekatan kreatif dan komunikatif, maskot ini akan menyampaikan pesan-pesan kesehatan secara sederhana dan mudah dipahami, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat.
Direktur RSUD IA Moeis, dr Osa Rafshodia menetapkan CIRO sebagai Maskot Edukasi dan Duta Promosi Kesehatan, yang akan mendukung implementasi pelayanan publik ramah kelompok rentan, sejalan dengan regulasi nasional dan standar akreditasi rumah sakit terbaru.
Secara visual, CIRO tampil dengan jas dokter putih lengkap dengan stetoskop, melambangkan profesionalisme tenaga kesehatan. Senyum hangat dan mata besar menjadi simbol empati serta kepercayaan, sementara warna biru keabu-abuan mencerminkan ketenangan, kebersihan, dan keandalan layanan. Logo RSUD IA Moeis yang tersemat di saku jas menegaskan identitas institusi yang diwakilinya.
Kehadiran CIRO juga menjadi wujud komitmen RSUD IA Moeis dalam menghadirkan edukasi kesehatan berkelanjutan dan pelayanan yang lebih inklusif. Di tengah tantangan layanan kesehatan modern, CIRO diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara rumah sakit dan masyarakat.
Dengan peluncuran maskot ini, RSUD IA Moeis menegaskan langkahnya sebagai rumah sakit yang tidak hanya fokus pada teknologi dan fasilitas, tetapi juga pada pendekatan emosional, edukatif, dan berbasis nilai kemanusiaan.
CIRO kini siap menyapa masyarakat Samarinda—menyampaikan pesan sehat dengan cara yang lebih hangat, dekat, dan penuh harapan. (adv/dim)


















