NUSANEWS.CO.ID – SAMARINDA. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong rumah sakit daerah untuk bergerak lebih gesit, adaptif, dan berorientasi penuh pada kenyamanan pasien. Dorongan itu disampaikan dalam pelantikan Pengurus Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) Kaltim periode 2025–2029 yang dirangkai dengan seminar manajemen rumah sakit dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil), di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (4/2).

Pelantikan menandai dimulainya kepemimpinan Dr. dr. Martina Yulianti sebagai Ketua ARSADA Kaltim periode 2025–2029. Agenda ini dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari direktur dan manajemen rumah sakit daerah se-Kaltim, pengurus ARSADA, serta perwakilan pemerintah dan organisasi profesi.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, mewakili Gubernur Kaltim, menegaskan bahwa rumah sakit daerah tidak cukup hanya berfungsi sebagai tempat pengobatan, tetapi harus mampu menghadirkan pengalaman pelayanan yang manusiawi dan menyeluruh.
“Pelayanan rumah sakit harus membuat pasien merasa aman, nyaman, dan dihargai sejak datang hingga pulang. Bukan hanya sembuh secara medis, tapi juga puas secara layanan,” ujar Sri Wahyuni.
Ia menambahkan, Pemprov Kaltim berharap kepengurusan ARSADA yang baru dapat menjadi motor peningkatan kualitas SDM, penguatan standar pelayanan, pemanfaatan teknologi informasi, serta tata kelola rumah sakit yang transparan dan akuntabel.
Pemerintah Provinsi Kaltim juga menargetkan agar hingga tahun 2030 setiap rumah sakit daerah memiliki layanan unggulan yang jelas sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan wilayah masing-masing.
Sementara itu, Ketua ARSADA Kaltim terpilih Dr. dr. Martina Yulianti menyatakan komitmennya menjadikan ARSADA sebagai ruang kolaborasi strategis antar rumah sakit daerah.
“Rumah sakit daerah menghadapi tantangan yang makin kompleks, mulai dari regulasi, efisiensi pembiayaan, hingga tuntutan mutu layanan. ARSADA harus menjadi wadah saling belajar dan berbagi praktik terbaik agar rumah sakit daerah tetap relevan dan berdaya saing,” tegasnya.
Senada, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dr. Jaya Mualimin menegaskan perlunya kesamaan visi seluruh rumah sakit di Kaltim dalam memberikan layanan kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas.
“Kita punya 68 rumah sakit di Kalimantan Timur. Semua harus bergerak dengan tujuan yang sama: menyehatkan masyarakat tanpa membatasi akses layanan,” ujarnya.
Ia juga mendorong fleksibilitas jam pelayanan rumah sakit daerah, termasuk membuka layanan poliklinik pada hari Sabtu hingga malam hari, dengan dukungan pemerintah provinsi dan koordinasi bersama BPJS Kesehatan. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Manajemen Rumah Sakit bertema Membangun Manajemen Rumah Sakit yang Tangkas Menghadapi Perubahan Lingkungan yang Dinamis.
Seminar menghadirkan Direktur RS An-Nisa Tangerang Dr. dr. Ediansyah, MARS, MM, yang memaparkan praktik manajemen tangkas (agile management) dalam menghadapi disrupsi regulasi dan teknologi kesehatan.
Kegiatan ditutup dengan Rakerwil ARSADA Kaltim untuk merumuskan program kerja strategis periode 2025–2029, sebagai upaya memperkuat sinergi dan transformasi layanan rumah sakit daerah di Kalimantan Timur. (DIM)












