
SAMARINDA. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim melaksanakan simulasi untuk Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang dipusatkan di Samarinda, Selasa (4/2). Yang berulang tahun dibulan Januari dan Februari boleh datang untuk mendapatkan PKG.
Puskesmas Air Putih Samarinda menjadi locus untuk Samarinda yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kaltim dr Jaya Mualimin, Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda dr Ismed Kusasih.
Simulasi ini juga serentak dilaksanakan di beberapa daerah di Kaltim diantaranya Puskesmas Karang Joang Balikpapan, Puskesmas Ujoh Bilang Mahakam Ulu,
Puskesmas Bontang U1 Bontang, dan Puskesmas Senaken Paser.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr Jaya Mualimin menjelaskan, simulasi ini dilakukan pada semua tingkat usia. Mulai bayi baru lahir hingga lansia. Untuk pemeriksaannya akan disesuaikan dengan usia dan faktor penyakitnya. Petugas pemeriksaan kesehatan gratis akan melakukan screening terhadap penerima manfaat terkait penyakit sesuai dengan kelompok usia.
“PKG untuk anak sekokah akan dilakukan oleh petugas dengan mendatangi sekolah. Begitu juga dengan anak yang baru lahir, difasilitas kesehatan yang dilahirkan berlaku hingga 48 jam pasca lahir. Untuk ketentuan pengecekan kesehatan disesuaikan dengan arahan dari Kemenkes,” jelasnya.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk download aplikasi Satu Sehat, sehingga otomatis akan terdaftar.
Dikatakannya, animo masyarakat sangat bagus, diharapkan memang semua datang, walaupun nanti melalui aplikasi Satu Sehat. Untuk fasilitas semua sudah siap, dengan harapan nanti bisa dilakukan launching serentak.
“Kami sudah menugaskan staf kita untuk ke daerah-daerah memantau. Memang kita tidak melakukan simulasi ini mengundang kepala daerah, karena nanti sekaligus saja kalau serentak saat kick off. Sesuai arahan menteri agar didukung semua kepala daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr Ismed Kusasih mengungkapkan, simulasi di Puskesmas Air Putih hanya sebagai contoh saja. Namun 26 Puskesmas se-Kota Samarinda semua sudah siap.
Dikatakannya,
Pemeriksaan tergantung sesuai juknis. Misalnya bayi, pemeriksaan saturasi oksigen apakah ada gangguan kelainan jantung. pemeriksaan lansia, termasuk pemeriksaan EKG, darah, gigi dan terakhir adalah pemeriksaan diklaster yang dilakukan dokter puskesmas.
“Hari ini (kemarin, Red) ada 12 orang yang ikut program ini. Dua bayi balita, dua lansia dan sisanya usia produktif.
Peralatan semua pemeriksaan disuplai dari Kementerian. Jadi kita menunggu saja dari Kementerian kick off nya ini akan dilakukan setelah pelantikan kepala daerah,” ungkapnya. (me)












