KALTIMNusantaraUtama

Di Balik Syukuran Iduladha Dinkes Kaltim, Ada Perpisahan Penuh Haru Tiga Pengabdi Kesehatan

TAWA  dan obrolan hangat terdengar di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (2/6). Di tengah suasana syukuran Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, keluarga besar Dinkes Kaltim berkumpul dalam satu ruangan. Namun hari itu bukan hanya tentang berbagi daging kurban atau menikmati kebersamaan.

Ada momen lain yang membuat suasana menjadi lebih emosional. Tiga pegawai yang telah mengabdikan puluhan tahun hidupnya untuk pelayanan kesehatan di Kalimantan Timur resmi dilepas memasuki masa purna tugas.

Mereka adalah Nurhasanah, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga, Hj. Gusti Sri Elliyani, Kepala Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), dan Jumbran dari Bagian Umum.

Bagi sebagian orang, pensiun mungkin hanya tentang berakhirnya masa kerja. Namun bagi keluarga besar Dinas Kesehatan Kaltim, itu adalah peristiwa yang sarat kenangan, cerita perjuangan, dan pengabdian yang tak sedikit.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr. Jaya Mualimin, mengatakan bahwa pelepasan pegawai purna tugas selalu menjadi agenda yang istimewa. Sebab, setiap pegawai yang meninggalkan kantor membawa jejak pengabdian yang telah ikut membentuk perjalanan organisasi.

“Setiap ada staf yang purna tugas, kami selalu mengemas acara perpisahan seperti ini. Selain mempererat silaturahmi, kami juga ingin mendengarkan kesan dan pesan mereka sebagai bahan evaluasi dan masukan yang baik bagi Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Perpisahan itu terasa semakin bermakna karena dirangkai dengan syukuran Iduladha. Sebelumnya, Dinkes Kaltim telah melaksanakan penyembelihan lima ekor sapi kurban. Dari kegiatan tersebut, sekitar 360 paket daging berhasil didistribusikan kepada pegawai, panti asuhan, warga sekitar, hingga para pensiunan.

“Alhamdulillah, dari lima ekor sapi yang disembelih, sekitar 360 paket daging kurban dapat didistribusikan kepada seluruh pegawai Dinkes, panti asuhan, warga sekitar, serta para pensiunan,” kata dr. Jaya.

Di sela acara, kenangan demi kenangan mengalir. Ada cerita tentang masa-masa sulit saat menangani berbagai program kesehatan, ada pula kisah kebersamaan yang tumbuh selama bertahun-tahun bekerja dalam satu keluarga besar.

Bagi para pegawai yang dilepas, masa pensiun bukanlah garis akhir. Justru menjadi awal babak baru untuk tetap berkarya dan mengabdi kepada masyarakat melalui jalur yang berbeda.

Dr. Jaya berharap para pensiunan tetap aktif memberikan kontribusi bagi pembangunan kesehatan di Kalimantan Timur.

“Masa pensiun bukan akhir dari pengabdian. Kami berharap mereka tetap mengembangkan potensinya di luar Dinas Kesehatan dan terus mendukung program-program kesehatan, baik melalui yayasan, komunitas, maupun lembaga pemerhati kesehatan,” tuturnya.

Siang itu, suasana aula dipenuhi tepuk tangan, pelukan, dan foto bersama. Tidak sedikit mata yang berkaca-kaca. Sebab yang dilepas bukan sekadar rekan kerja, melainkan sahabat seperjuangan yang selama bertahun-tahun tumbuh bersama dalam melayani masyarakat.

Di momen Iduladha yang identik dengan makna keikhlasan dan pengorbanan, perpisahan tiga pegawai tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu berakhir ketika masa kerja usai. Dedikasi yang telah ditanamkan selama puluhan tahun akan terus hidup dalam setiap jejak pelayanan kesehatan yang mereka tinggalkan. Dalam kegiatan tersebut, juga dirangkai kejutan manis untuk Kepala Bidang Yankes, Erni Rakhmi yang hari itu berulang tahun.  (mei)