NUSANEWS.CO.ID – SAMARINDA. RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda memasuki tahapan penting dalam penilaian Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Penilaian oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) tersebut dilaksanakan secara daring, Kamis (13/8/2026).
Tahapan penilaian ditandai dengan sesi wawancara yang diikuti jajaran pejabat RSUD IA Moeis. Dalam kesempatan tersebut, Direktur RSUD IA Moeis, dr. Osa Rafshodia, memaparkan komitmen pimpinan dan seluruh jajaran dalam membangun budaya kerja yang berintegritas, mencegah praktik kecurangan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Osa menegaskan, pembangunan Zona Integritas tidak boleh sekadar berorientasi pada kelengkapan dokumen. Lebih dari itu, seluruh program dan perubahan yang dilakukan harus memberikan dampak nyata terhadap tata kelola pemerintahan dan pelayanan kesehatan.
“Kami terus berinovasi secara berkelanjutan,” tegas Osa.
Sejumlah inovasi menjadi bagian dari upaya RSUD IA Moeis memperkuat kualitas pelayanan. Di antaranya RAMAH, Klinik Gagal Jantung, Dangsanak Moeis, DORAMI (Donor Darah Moeis), serta pengembangan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) RS Internasional yang telah terdaftar di Bappenas dan mendapatkan pendampingan dari Kementerian Keuangan.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah Dangsanak Moeis. Melalui program tersebut, dokter spesialis dapat memberikan pelayanan kepada pasien tertentu di kediamannya. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Menurut Osa, persiapan pembangunan Zona Integritas di RSUD IA Moeis telah dilakukan sejak tahun sebelumnya. Pembenahan tidak hanya dilakukan pada aspek administrasi, tetapi juga menyentuh perubahan alur pelayanan, standar operasional prosedur (SOP), hingga tata kelola pelayanan publik.
“Persiapannya sudah dimulai sejak tahun lalu, mulai dari dokumen, perubahan alur, SOP, sampai perubahan tata layanan publik. Enam area perubahan sudah kami siapkan dalam dua tahun terakhir,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Inspektur Irbansus Kota Samarinda, H. Mukhlis, mengatakan RSUD IA Moeis merupakan salah satu dari dua perangkat daerah yang berhasil melanjutkan proses penilaian Zona Integritas setelah sebelumnya mendapatkan pendampingan dari Inspektorat Kota Samarinda.
Dari delapan perangkat daerah yang mendapatkan pembinaan dan pendampingan, hanya RSUD IA Moeis dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Samarinda yang dinyatakan lolos tahap administrasi.
“Dari delapan perangkat daerah yang kami bina dan dampingi, Alhamdulillah RSUD IA Moeis dan Disdukcapil lolos pertama, yakni lolos administrasi dari enam area perubahan dan dokumennya lengkap,” ujar Mukhlis.
Setelah dinyatakan lolos administrasi, kedua perangkat daerah tersebut mengikuti tahapan wawancara yang dilakukan langsung oleh KemenPAN-RB. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk menguji kesesuaian antara dokumen yang disampaikan dengan implementasi program di lapangan.
Inspektorat Kota Samarinda, kata Mukhlis, dalam proses tersebut bertindak sebagai Tim Penilai Internal (TPI) yang memberikan pembinaan dan pendampingan. Sementara penilaian lanjutan, termasuk wawancara, dilakukan oleh KemenPAN-RB.
“Kami dari Inspektorat pada hari ini hanya memantau. Proses wawancara langsung dilakukan KemenPAN-RB bersama unit kerja masing-masing untuk mendalami apakah dokumen yang disampaikan memang memenuhi syarat dan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Mukhlis menambahkan, setelah tahapan wawancara, proses penilaian akan dilanjutkan dengan evaluasi sebelum penetapan hasil akhir predikat Zona Integritas.
Ia menilai keberhasilan meraih predikat WBK maupun WBBM tidak cukup hanya dengan memenuhi indikator penilaian. Konsistensi pimpinan dan seluruh jajaran dalam mempertahankan budaya integritas serta menghadirkan inovasi pelayanan menjadi faktor penting yang harus terus dijaga.
“Kalau sudah mendapatkan penilaian ini, harus dipertahankan. Yang paling penting adalah komitmen pimpinan dan semangat berinovasi untuk meningkatkan pelayanan publik,” katanya.
Dengan berbagai pembenahan dan inovasi yang telah dilakukan, RSUD IA Moeis berharap proses penilaian Zona Integritas menjadi momentum untuk memperkuat budaya kerja yang berintegritas sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Upaya tersebut diharapkan bermuara pada terwujudnya pelayanan kesehatan yang semakin mudah, cepat, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Adv/dim)












