NUSANEWS.CO.ID – MALAYSIA. Riset disertasi mahasiswa Program Doktor (S3) Universitas Hasanuddin, Masitah, dipresentasikan dalam 8th International Conference and Postgraduate Colloquium of Environmental Research (POCER 2026) yang diselenggarakan di University of Nottingham Malaysia pada 8–9 Juli 2026.
Pada forum ilmiah internasional tersebut, Masitah memaparkan paper berjudul Approaches and Indicators in Measuring Hospital Productivity: A Systematic Review of Methods and Emerging Trends. Penelitian ini merupakan bagian dari disertasi yang sedang disusun di Program Doktor Universitas Hasanuddin di bawah bimbingan Prof. Andi Indahwaty Sidin selaku promotor, dengan dukungan Co Promotor DR dr Mohammad Afzal Mahmood dan rekan peniti Dr. Ferry Fadzlul Rahman.
Dalam presentasinya, Masitah menjelaskan bahwa pengukuran produktivitas rumah sakit selama ini masih didominasi oleh indikator-indikator konvensional, seperti jumlah pasien yang dilayani, tingkat hunian tempat tidur (Bed Occupancy Rate), lama hari rawat (Length of Stay), serta efisiensi biaya operasional. Padahal, perkembangan sistem pelayanan kesehatan menuntut pendekatan yang lebih komprehensif karena produktivitas rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh efisiensi, tetapi juga kualitas pelayanan, keselamatan pasien, pengalaman pasien, kesejahteraan tenaga kesehatan, dan keberlanjutan organisasi.
Melalui metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menelaah lebih dari 1.700 publikasi ilmiah untuk mengidentifikasi berbagai pendekatan dan indikator yang digunakan dalam mengukur produktivitas rumah sakit. Kajian tersebut menunjukkan adanya pergeseran paradigma dalam penelitian internasional menuju pendekatan multidimensional, yang menempatkan efisiensi operasional sebagai salah satu komponen dari sistem pengukuran yang lebih menyeluruh.
Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi sejumlah tantangan dalam pengukuran produktivitas rumah sakit, di antaranya belum terintegrasinya indikator efisiensi dan kualitas dalam satu model pengukuran, terbatasnya pemanfaatan data pelayanan secara real time, serta masih minimnya perhatian terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan sebagai bagian dari indikator produktivitas.
Penelitian ini juga menyoroti pentingnya transformasi digital melalui pemanfaatan Electronic Health Records (EHR), analisis data secara real time, serta teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung sistem pengukuran produktivitas yang lebih akurat. Namun, implementasi teknologi tersebut tetap memerlukan tata kelola data yang baik agar menghasilkan informasi yang valid, transparan, dan mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Melalui kajian ini, Masitah mengembangkan konsep Multidimensional Hospital Productivity sebagai kerangka pengukuran yang mengintegrasikan berbagai dimensi penting dalam pelayanan rumah sakit, mulai dari efisiensi operasional, kualitas layanan, keselamatan pasien, pengalaman pasien, kesejahteraan tenaga kesehatan, hingga keberlanjutan organisasi. Konsep tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan penelitian lanjutan sekaligus memberikan kontribusi bagi perumusan kebijakan di bidang manajemen rumah sakit.
Masitah menyampaikan bahwa penelitian yang dipresentasikan pada POCER 2026 masih dalam proses penyelesaian dan merupakan bagian dari disertasinya di Program Doktor Universitas Hasanuddin. Oleh karena itu, hasil yang dipaparkan masih bersifat sementara dan akan terus disempurnakan melalui tahapan penelitian berikutnya.
”Forum internasional ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk memperoleh masukan dari para akademisi dan peneliti dari berbagai negara. Berbagai perspektif yang diperoleh diharapkan dapat memperkuat kualitas penelitian sekaligus menyempurnakan model pengukuran produktivitas rumah sakit yang sedang kami kembangkan,” ujar Masitah.
Keikutsertaan dalam POCER 2026 menunjukkan kontribusi akademisi Universitas Hasanuddin dalam forum ilmiah internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi riset lintas negara. Diharapkan, hasil akhir penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pengukuran produktivitas rumah sakit yang lebih komprehensif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan. (Mei)












