NUSANEWS.CO.ID – SAMARINDA. Laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) se-Pulau Kalimantan memperkuat jejaring pemeriksaan dan layanan laboratorium guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Penguatan jejaring tersebut menjadi salah satu fokus dalam Musyawarah Aslabkesda dan Seminar Laboratorium Kesehatan yang digelar di Hotel Claro Pandurata Samarinda, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan yang dihadiri perwakilan laboratorium kesehatan dari seluruh Kalimantan tersebut mengangkat tema penguatan mutu dan layanan laboratorium dalam sistem jejaring Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas). Seminar diikuti sebanyak 210 peserta, terdiri dari 100 peserta secara luring dan 110 peserta secara daring.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, yang membuka kegiatan tersebut, mengapresiasi pelaksanaan Musyawarah Aslabkesda sebagai bagian dari upaya memperkuat peran laboratorium dalam sistem kesehatan.
Menurutnya, laboratorium memiliki posisi strategis karena pemeriksaan menjadi salah satu tahapan awal dalam menentukan penanganan kesehatan yang tepat.
“Untuk mengawali kesehatan yang baik harus diawali dengan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu,” ujar Seno Aji.
Ia menegaskan, akurasi hasil pemeriksaan laboratorium sangat menentukan tindakan medis yang diberikan kepada pasien. Kesalahan sekecil apa pun dalam hasil pemeriksaan dapat berdampak serius terhadap penanganan kesehatan.
“Apabila laboratorium menghasilkan angka yang salah sedikit saja, maka akan menghasilkan penanganan kesehatan yang bisa berakibat fatal bagi pasien. Karena itu kami sangat mengapresiasi keberadaan laboratorium yang ada di Kalimantan,” katanya.
Seno Aji menilai keberadaan Labkesda semakin penting seiring Kalimantan Timur yang tengah berada dalam proses transformasi besar sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kesehatan yang tangguh akan membuat masyarakat menjadi sejahtera dan memiliki kesehatan yang prima. Karena itu, Labkesda menjadi salah satu tulang punggung kesehatan bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Seno Aji juga menyoroti kondisi Labkes Provinsi Kalimantan Timur. Menurutnya, dari sisi peralatan dan kemampuan pemeriksaan, laboratorium tersebut sudah berada di atas rata-rata, namun kondisi gedung masih belum memadai.
“Alatnya sudah di atas rata-rata, tetapi gedungnya masih di bawah rata-rata,” ungkapnya.
Karena itu, Pemprov Kaltim memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan gedung baru Labkes Provinsi Kaltim yang dinilai lebih representatif. Seno Aji meminta agar rencana tersebut segera dibahas secara teknis bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Gedung baru dinilai penting mengingat kebutuhan layanan laboratorium terus berkembang, termasuk kebutuhan ruang pelayanan dan area parkir bagi masyarakat yang datang melakukan pemeriksaan.
Selain peningkatan kapasitas pelayanan, Seno Aji menilai penguatan laboratorium juga menjadi langkah strategis menghadapi kemungkinan munculnya penyakit baru di Indonesia. Untuk itu, dibutuhkan laboratorium yang memiliki peralatan lengkap, sumber daya manusia kompeten, serta sistem jejaring pemeriksaan yang kuat.
“Pemprov Kaltim akan terus mendukung dan berkomitmen terhadap laboratorium daerah. Kami berharap provinsi-provinsi lain di Kalimantan juga melakukan hal yang sama,” ujarnya.
Perkuat Jejaring Rujukan Laboratorium
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, dr Jaya Mualimin, mengatakan pihaknya menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, penguatan jejaring laboratorium menjadi kebutuhan penting dalam meningkatkan kualitas pemeriksaan kesehatan di Kaltim maupun kawasan regional Kalimantan.
“Kegiatan ini kami sambut sangat baik karena Dinas Kesehatan juga sedang membangun jejaring pemeriksaan laboratorium sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan di Provinsi Kaltim dan regional Kalimantan,” jelasnya.
Ia menyebutkan, kegiatan tersebut diikuti laboratorium kesehatan dari kabupaten/kota di Kaltim serta laboratorium kesehatan dari sejumlah daerah di Kalimantan. Kehadiran pengurus Aslabkesda tingkat pusat juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarlaboratorium.
Menurut Jaya, Labkes Provinsi Kaltim memiliki kapasitas pemeriksaan yang cukup lengkap dengan dukungan peralatan berstandar tinggi. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Labkes Kaltim untuk menjadi salah satu laboratorium rujukan di kawasan Kalimantan, bahkan nasional.
“Laboratorium kesehatan kita juga menjadi rujukan se-Kalimantan karena memiliki alat yang premium,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan jejaring tersebut memberikan manfaat bagi Kaltim karena sejumlah pemeriksaan dan sampel dari berbagai daerah dapat dirujuk ke Labkes Provinsi Kaltim.
Termasuk di antaranya pemeriksaan yang berkaitan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi bayi dan balita serta berbagai jenis pemeriksaan lainnya.
Labkes Provinsi Kaltim juga terus mengembangkan layanan, mulai dari laboratorium klinik, laboratorium lingkungan, laboratorium halal, hingga rencana pengembangan laboratorium toksikologi yang nantinya dapat mendukung pemeriksaan terkait keracunan makanan dan berbagai kebutuhan pemeriksaan lainnya.
“Ini meliputi laboratorium lingkungan, laboratorium halal dan sebentar lagi ada laboratorium toksikologi, termasuk pemeriksaan keracunan makanan dan sebagainya. Ada juga laboratorium klinik untuk pemeriksaan gula darah dan lainnya,” jelas Jaya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Wakil Gubernur Kaltim terhadap pembangunan gedung baru Labkes Provinsi Kaltim. Menurutnya, fasilitas yang lebih representatif akan semakin memperkuat kapasitas layanan dan mendukung Labkes Kaltim menjadi pusat rujukan pemeriksaan di kawasan Kalimantan.
Bangun Kolaborasi Antar-Labkesda
Ketua Panitia kegiatan, Agus Joko Praptomo, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan komunikasi, koordinasi, dan jejaring antarlaboratorium kesehatan daerah di seluruh Pulau Kalimantan.
Salah satu bentuk jejaring yang terus didorong adalah sistem rujukan spesimen. Ia mencontohkan Labkes Provinsi Kaltim yang telah menerima rujukan sampel penelitian dari Laboratorium Corpora di Yogyakarta.
Selain jejaring pemeriksaan, peningkatan mutu hasil laboratorium juga menjadi perhatian. Pemerintah diharapkan terus mendukung penyediaan anggaran untuk pengadaan bahan kontrol mutu sehingga hasil pemeriksaan laboratorium tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Jejaring ini penting untuk meningkatkan mutu pemeriksaan sekaligus memastikan setiap laboratorium dapat saling mendukung dalam penanganan dan rujukan spesimen,” ujarnya.
Agus berharap dukungan pemerintah terhadap pengembangan Labkes Provinsi Kaltim dapat terus ditingkatkan, terutama melalui penyediaan gedung baru yang lebih representatif.
Menurutnya, kondisi gedung saat ini relatif sempit dan belum mampu mendukung kebutuhan pelayanan secara optimal, termasuk keterbatasan lahan parkir bagi masyarakat atau pelanggan yang datang melakukan pemeriksaan.
Padahal, dari sisi peralatan dan jenis pemeriksaan, Labkes Provinsi Kaltim dinilai memiliki kemampuan yang sangat lengkap dan berpotensi menjadi laboratorium rujukan nasional.
Terlebih dengan posisi Kalimantan Timur sebagai wilayah IKN, kebutuhan terhadap layanan pemeriksaan laboratorium yang cepat, akurat, dan berkualitas diperkirakan akan semakin meningkat.
“Harapannya tersedia gedung baru yang lebih representatif karena kualitas layanan dan peralatan Labkes Provinsi Kaltim sangat lengkap. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, kami optimistis Labkes Kaltim dapat menjadi salah satu rujukan nasional, termasuk mendukung kebutuhan pemeriksaan spesimen dari kawasan IKN,” katanya.
Kegiatan Musyawarah Aslabkesda dan Seminar Laboratorium Kesehatan tersebut juga diisi dengan berbagai materi terkait peningkatan mutu dan layanan laboratorium dalam sistem jejaring Labkesmas, penanganan rujukan sampel laboratorium medis dan lingkungan, serta diskusi penguatan kesiapan laboratorium menghadapi kebutuhan pemeriksaan kesehatan di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, sinergi antarlaboratorium kesehatan di Pulau Kalimantan diharapkan semakin kuat sehingga mampu menghadirkan layanan pemeriksaan yang berkualitas, akurat, cepat, dan dapat menjadi bagian penting dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh di kawasan Kalimantan, khususnya di tengah perkembangan Kaltim sebagai wilayah IKN. (mei)












