NUSANEWS.CO.ID – SAMARINDA. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan melalui pemutakhiran data sumber daya manusia kesehatan (SDMK) yang akurat dan terintegrasi. Langkah tersebut dilakukan agar kebijakan pemenuhan tenaga kesehatan di seluruh daerah dapat disusun secara tepat sesuai kebutuhan pelayanan masyarakat.
Upaya itu diwujudkan melalui Pertemuan Koordinasi Penyiapan Data SDMK dan Data Rencana Kebutuhan SDMK Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Hotel Ibis Samarinda. Kegiatan yang didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik tersebut diikuti perwakilan Dinas Kesehatan kabupaten/kota, rumah sakit daerah, serta pengelola SDMK se-Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, dr. Jaya Mualimin, mengatakan keberhasilan perencanaan tenaga kesehatan sangat bergantung pada kualitas data yang dimiliki pemerintah. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan diminta aktif memperbarui data melalui Sistem Informasi SDM Kesehatan (SISDMK).
“Data yang akurat merupakan fondasi dalam menyusun kebijakan pemenuhan tenaga kesehatan. Dengan data yang valid, kita dapat mengetahui kondisi riil di lapangan sehingga perencanaan menjadi lebih tepat sasaran,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Menurutnya, pembaruan data secara berkala juga akan mempermudah pemerintah dalam memetakan daerah yang masih kekurangan tenaga kesehatan sekaligus menentukan langkah pemerataan tenaga medis dan tenaga kesehatan di seluruh Kalimantan Timur.
Pertemuan koordinasi ini tidak hanya berfokus pada validasi data, tetapi juga menyusun rencana kebutuhan tenaga kesehatan berdasarkan Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes). Selain itu, dilakukan analisis hasil perhitungan kebutuhan SDMK serta identifikasi kondisi pemenuhan tenaga kesehatan di masing-masing kabupaten dan kota.
Berdasarkan data SISDMK per 30 Juni 2026, Kalimantan Timur saat ini memiliki 2.369 fasilitas pelayanan kesehatan dengan total 42.957 SDM kesehatan. Jumlah tersebut terdiri atas 30.321 tenaga kesehatan dan 12.636 tenaga dukungan manajemen yang tersebar di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Data tersebut menjadi acuan utama bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebutuhan tenaga kesehatan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Dari sisi pemerataan tenaga kesehatan, capaian Kalimantan Timur juga menunjukkan tren positif. Sebanyak 139 dari 188 puskesmas atau 73,94 persen telah memenuhi sembilan jenis tenaga kesehatan prioritas sesuai standar pelayanan. Sementara pada fasilitas rumah sakit, 17 dari 23 rumah sakit umum daerah (RSUD) milik pemerintah telah memenuhi kebutuhan dokter spesialis dasar dan penunjang.
Selama kegiatan berlangsung, peserta juga mendapatkan materi mengenai kebijakan pemenuhan tenaga kesehatan, penyusunan rencana kebutuhan SDMK, pemanfaatan aplikasi Satu Sehat SDMK dan SISDMK, hingga reviu serta validasi data kebutuhan tenaga kesehatan.
Materi tersebut disampaikan oleh narasumber dari Kementerian Kesehatan RI, Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Timur, serta Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.
Melalui koordinasi ini, Dinas Kesehatan Kaltim berharap terbangun sistem data SDMK yang semakin berkualitas sehingga mampu mendukung penyusunan kebijakan yang lebih akurat, mempercepat pemerataan tenaga kesehatan, dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh Kalimantan Timur. (me)












