KALTIMNusantaraUtama

Empat Mahasiswa Doktor Unhas Presentasikan Riset Disertasi pada Konferensi Internasional POCER 2026 di Malaysia

NUSANEWS.CO.ID – MALAYSIA.  Empat mahasiswa Program Doktor (S3) Universitas Hasanuddin (Unhas) tampil sebagai pemakalah dalam 8th International Conference and Postgraduate Colloquium of Environmental Research (POCER 2026) yang diselenggarakan di University of Nottingham Malaysia pada 8-9 Juli 2026. Keempat peneliti tersebut adalah Masitah, Herawati, Nurlia SA, dan Pitriani, yang masing-masing mempresentasikan hasil penelitian sebagai bagian dari disertasi doktoralnya di Universitas Hasanuddin.

Keikutsertaan para mahasiswa doktor Unhas pada forum ilmiah internasional tersebut menjadi wujud kontribusi akademisi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya pada bidang kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. POCER 2026 mempertemukan peneliti, akademisi, dan mahasiswa pascasarjana dari berbagai negara untuk berbagi hasil riset sekaligus membangun jejaring kolaborasi internasional.

‎Salah satu penelitian yang mendapat perhatian adalah karya Masitah berjudul “Approaches and Indicators in Measuring Hospital Productivity: A Systematic Review of Methods and Emerging Trends.” Penelitian ini mengkaji perkembangan berbagai pendekatan dan indikator dalam mengukur produktivitas rumah sakit melalui metode Systematic Literature Review (SLR).

‎Dalam presentasinya, Masitah menjelaskan bahwa pengukuran produktivitas rumah sakit selama ini masih didominasi indikator konvensional, seperti jumlah pasien, tingkat hunian tempat tidur, lama hari rawat, dan efisiensi biaya. Padahal, perkembangan sistem pelayanan kesehatan menuntut pendekatan yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan kualitas pelayanan, keselamatan pasien, pengalaman pasien, kesejahteraan tenaga kesehatan, serta keberlanjutan organisasi.

Melalui telaah terhadap lebih dari 1.700 publikasi ilmiah, penelitian tersebut menunjukkan adanya pergeseran paradigma global menuju konsep multidimensional hospital productivity, yaitu pengukuran produktivitas yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi operasional, tetapi juga mengintegrasikan mutu pelayanan, keselamatan pasien, transformasi digital, serta kesejahteraan sumber daya manusia di rumah sakit. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengembangan model pengukuran produktivitas rumah sakit yang lebih komprehensif dan relevan dengan tantangan pelayanan kesehatan modern.

Sementara itu, Herawati mempresentasikan penelitian berjudul “Integrated Environmental Assessment of Heavy Metal Contamination in Marine Water Around Nickel Mining Areas in Banggai Regency, Indonesia.” Penelitian tersebut mengangkat isu pencemaran logam berat pada perairan laut di kawasan pertambangan nikel Kabupaten Banggai, Indonesia. Melalui pendekatan penilaian lingkungan terpadu, penelitian ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kualitas lingkungan perairan, potensi dampaknya terhadap ekosistem pesisir, serta menjadi dasar ilmiah bagi upaya pengelolaan lingkungan dan pembangunan pertambangan yang lebih berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Nurlia SA memaparkan penelitian berjudul “Environmental Health Risk Assessment and Management of Nitrate and Nitrite in Drinking Water on Tanakeke Island: An EHRA–ISM Approach.” Penelitian ini berfokus pada penilaian risiko kesehatan lingkungan akibat kandungan nitrat dan nitrit dalam air minum di Pulau Tanakeke. Dengan mengombinasikan pendekatan Environmental Health Risk Assessment (EHRA) dan Interpretive Structural Modeling (ISM), penelitian tersebut diharapkan dapat menghasilkan strategi pengelolaan risiko yang lebih efektif dalam menjamin keamanan air minum bagi masyarakat kepulauan.

Adapun Pitriani mempresentasikan penelitian berjudul “Mapping the Evidence on Ecoenzyme Integration in Biofilter-Based Wastewater Treatment Systems.” Penelitian ini memetakan berbagai bukti ilmiah mengenai pemanfaatan ecoenzyme yang diintegrasikan dengan sistem biofilter dalam pengolahan air limbah. Kajian tersebut bertujuan mengidentifikasi perkembangan penelitian, peluang penerapan teknologi ramah lingkungan, serta potensi inovasi dalam meningkatkan efektivitas pengolahan limbah secara berkelanjutan.

‎Seluruh penelitian yang dipresentasikan pada POCER 2026 merupakan bagian dari disertasi Program Doktor Universitas Hasanuddin dan masih dalam proses penelitian. Forum internasional ini menjadi kesempatan bagi para peneliti untuk memperoleh masukan dari akademisi dan pakar dari berbagai negara sebagai bagian dari penyempurnaan penelitian sebelum menghasilkan disertasi final.

Keikutsertaan empat mahasiswa doktor Universitas Hasanuddin pada POCER 2026 sekaligus menunjukkan komitmen universitas dalam mendorong publikasi dan diseminasi hasil penelitian di tingkat internasional. Melalui forum ini, para peneliti tidak hanya berbagi temuan ilmiah, tetapi juga memperluas jejaring kolaborasi akademik yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, kebijakan publik, serta pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Konferensi internasional POCER 2026 mempertemukan peneliti dari berbagai belahan dunia, di antaranya Indonesia, negara-negara ASEAN, Australia, Tiongkok, Afrika Selatan, dan Nigeria. Selain diikuti oleh perguruan tinggi internasional, forum ini juga dihadiri akademisi dari sejumlah universitas terkemuka di Indonesia yang mempresentasikan hasil penelitian terkini di berbagai bidang. (mei)