NUSANEWS.CO.ID – SAMARINDA. Pemerintah Kota Samarinda resmi mengukuhkan jajaran Pengurus Forum Kota Sehat (Forkots) dan Pengurus Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cabang Samarinda periode terbaru. Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota pada Rabu (10/12), dipimpin langsung oleh Wali Kota Samarinda, H. Andi Harun. Kedua organisasi ini kini dipimpin oleh Rinda Wahyuni Andi Harun.
Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa kedua organisasi ini memiliki peran strategis dalam membangun kota yang sehat, bersih, dan bebas penyakit. Ia menekankan bahwa jabatan organisasi bukan sekadar formalitas, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui aksi nyata. “Forkots dan PPTI harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya lewat rapat dan laporan. Kota sehat itu lahir dari gerakan, bukan dari wacana,” ujarnya.
Isu Lingkungan dan TB Jadi Fokus Pembangunan Kesehatan
Andi Harun menyoroti dua isu besar yang tengah dihadapi Samarinda: kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Menurutnya, keberlanjutan kota sehat tidak cukup hanya dengan keberadaan fasilitas kesehatan, namun juga dipengaruhi oleh sanitasi, kualitas air, kebersihan lingkungan, dan budaya hidup bersih yang dimulai dari permukiman.
Ia juga menyinggung persoalan Tuberkulosis (TB) yang hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan publik. “TB bukan hanya isu medis, ini masalah sosial. Kita harus menghapus stigma negatif dan memperkuat upaya pendampingan pasien,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa diperlukan sinergi kuat antara pemerintah, komunitas, akademisi, dan dunia usaha untuk menciptakan perubahan nyata di lapangan.
Ketua Forkots dan PPTI Samarinda, Rinda Wahyuni, memastikan bahwa pihaknya langsung tancap gas dengan program konkret setelah pelantikan. Forkots akan mengaktifkan kembali program “Susur Sungai”, kegiatan pembersihan sungai yang dilakukan dua minggu sekali bersama masyarakat dan perangkat daerah. Program ini diharapkan dapat mendorong budaya menjaga kebersihan sungai sebagai urat nadi kota.
Sementara PPTI Samarinda menyiapkan perluasan pendampingan pasien TB di seluruh kecamatan. Upaya tersebut termasuk kunjungan rumah, pemberian paket pengobatan dan sembako, serta edukasi untuk menghapus stigma bahwa TB adalah penyakit memalukan.
“Banyak penderita TB yang takut berobat karena stigma. Kami ingin mengubah itu. Pasien harus merasa didampingi,” jelas Rinda.
Ia menegaskan bahwa seluruh Puskesmas dan RSUD IA Moeis telah siap menyediakan layanan pengobatan TB, termasuk obat yang lengkap dan tenaga kesehatan terlatih. Selain itu, PPTI juga telah membentuk kader TB di setiap kecamatan untuk memperkuat jejaring edukasi masyarakat.
Dengan dikukuhkannya pengurus baru Forkots dan PPTI, Pemerintah Kota Samarinda berharap akan lahir lebih banyak program berbasis masyarakat yang berdampak langsung pada kualitas hidup warga.
“Kami ingin organisasi ini dikenal karena gerakannya yang terasa manfaatnya di lapangan,” tegas Wali Kota.
Pelantikan ini menjadi awal komitmen baru untuk mendorong kolaborasi lintas sektor, membangun lingkungan yang lebih sehat, serta mempercepat upaya eliminasi TB di Kota Samarinda. (LM)




















