Utama

Siap Ubah Wajah RS IA Moeis jadi Kelas Dunia
Aspen Medical & Plenary Survei Lahan yang AKan di Bangun

 

RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) IA Moeis bersiap naik kelas. Dua perusahaan asal Australia, Aspen Medical dan Plenary, mulai melakukan peninjauan langsung ke lokasi rumah sakit, Rabu (30/4), sebagai langkah awal menuju pembangunan ulang rumah sakit menjadi lebih modern dan berstandar internasional.

“Kami ingin membangun kembali rumah sakit ini menjadi fasilitas kesehatan modern yang siap menghadapi tantangan ke depan. Kami juga berharap bisa bekerja sama dengan seluruh staf dan tim di sini,” ujar Carl Retscko, CEO Plenary, penuh semangat saat meninjau rumah sakit.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari presentasi penjelasan perjanjian pengadaan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta perjanjian penjaminan yang digelar sehari sebelumnya di Hotel Fugo, Selasa (29/4).

Tim KPBU bersama konsorsium Aspen Medical dan Plenary tiba sekitar pukul 11.00 Wita. Mereka meninjau sejumlah fasilitas penting rumah sakit, seperti poli, ruang rawat inap, ruang IT, IGD, ruang operasi, kebidanan, dan ruang hemodialisis (HD). Setelah itu, dilanjutkan sesi diskusi dan tanya jawab di ruang rapat lantai 4.

Proyek pengembangan ini diperkirakan menelan anggaran lebih dari Rp 700 miliar dan ditargetkan menjadikan RSUD IA Moeis sebagai rumah sakit rujukan yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing secara global.

Carl menegaskan bahwa meski fokus pembangunan diarahkan pada fisik bangunan, tujuan utama proyek ini adalah peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

“Kesempatan ini adalah tantangan sekaligus peluang besar, baik bagi kami maupun bagi rumah sakit untuk berkembang lebih baik lagi,” tambahnya.

Direktur RSUD IA Moeis, dr Osa Rafshodia, menjelaskan bahwa pihak investor ingin melihat langsung kondisi fisik bangunan dan lahan proyek. Kegiatan ini juga merupakan lanjutan dari penunjukan langsung tahap pertama yang mencakup pemaparan aspek desain, konstruksi, fungsi ruang, fasilitas parkir, hingga model keuangan.

Turut hadir dalam rombongan, selain Carl Retscko (CEO Plenary), juga hadir Marwan Hanif (CEO Aspen Indonesia), Susannah Wallman, Dr Roshen John, Derryl Imanalie, Tamin Syah (dari Aspen Medical), dan Eileen NG (Plenary). (

 

What's your reaction?