KALTIMUtama

RSUD IA Moeis Terapkan Sistem Stasiun Poliklinik untuk Percepat Layanan Rawat Jalan

SAMARINDA – RSUD IA Moeis Samarinda mulai menerapkan sistem baru dalam pelayanan rawat jalan dengan menghadirkan Nurse Station Poliklinik di Instalasi Rawat Jalan. Sistem ini mulai diberlakukan sejak Jumat pekan lalu sebagai upaya meningkatkan efisiensi layanan sekaligus mempermudah alur pemeriksaan pasien.

Kepala Instalasi Rawat Jalan RSUD IA Moeis, Zakaria Ahmad Dahlan, menjelaskan bahwa sistem tersebut dirancang agar pasien tidak perlu lagi bolak-balik keluar masuk ruang poliklinik seperti sebelumnya.

“Pasien sekarang cukup mengikuti satu alur pelayanan. Dimulai dari assessment atau pengkajian awal, kemudian verifikasi berkas dan jaminan, setelah itu pasien menunggu sesuai nomor antrean untuk masuk ke dokter,” jelasnya.

Ia menuturkan, pada sistem sebelumnya pasien harus melalui beberapa tahapan di dalam poliklinik, seperti pemeriksaan awal untuk pengecekan tekanan darah, kemudian kembali ke ruang tunggu sebelum dipanggil lagi untuk konsultasi dengan dokter. Kondisi ini dinilai kurang nyaman, terutama bagi pasien yang sedang sakit.

Dengan sistem stasiun poliklinik, seluruh pemeriksaan awal dilakukan di satu titik sebelum pasien masuk ke ruang dokter. Hal tersebut membuat proses pelayanan menjadi lebih ringkas dan mengurangi aktivitas fisik pasien.

Selain itu, sistem ini juga membantu petugas memastikan status jaminan kesehatan pasien, khususnya peserta BPJS Kesehatan. Meski demikian, pihak rumah sakit menegaskan bahwa pelayanan awal tetap diberikan meskipun status administrasi jaminan masih dalam proses verifikasi.

“Walaupun secara klaim BPJS masih ada kendala administrasi, pasien tetap kami layani minimal untuk pemeriksaan fisik terlebih dahulu,” ujarnya.

Stasiun poliklinik juga difungsikan sebagai pusat informasi bagi pasien. Seluruh perawat ditempatkan di area ini sehingga pasien dapat menanyakan berbagai hal terkait pelayanan, mulai dari jadwal kontrol, pengambilan obat, hingga rujukan antar poliklinik.

Menurut Zakaria, pemusatan informasi di stasiun poliklinik juga bertujuan mengurangi keluhan yang biasanya muncul di ruang poli.

“Di ruang poli fokusnya pelayanan medis. Kalau ada pertanyaan terkait antrean atau administrasi bisa disampaikan di stasiun ini, sehingga komunikasi lebih terarah,” katanya.

Ia menambahkan, keluhan yang paling sering disampaikan pasien biasanya berkaitan dengan waktu tunggu dan sistem antrean. Hal ini kerap terjadi karena perbedaan antara pasien yang mendaftar langsung dengan pasien yang sudah lebih dulu mendaftar melalui aplikasi Mobile JKN.

Dalam sehari, Instalasi Rawat Jalan RSUD IA Moeis melayani sekitar 450 hingga 600 pasien dari berbagai poliklinik. Beberapa poli dengan jumlah kunjungan tinggi antara lain poli jantung, penyakit dalam, anak, dan gigi.

Untuk mendukung sistem baru tersebut, rumah sakit menyiapkan delapan petugas setiap hari yang terdiri dari dua tenaga administrasi dan enam perawat. Mereka bertugas memberikan pelayanan awal sekaligus membantu memberikan informasi kepada pasien.

Melalui penerapan sistem stasiun poliklinik ini, RSUD IA Moeis berharap pelayanan rawat jalan dapat berjalan lebih cepat, terintegrasi, dan memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat yang berobat. (adv/me)