NUSANEWS.CO.ID- SAMARINDA. Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tahun 2025, Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam menggelar Seminar Kesehatan Jiwa bertema “Mewujudkan Sekolah Sehat Jiwa Menuju Generasi Emas 2045”, Kamis (13/11).
Kegiatan yang digelar di aula RS Atma Husada ini dihadiri oleh perwakilan sekolah-sekolah SMA, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Kesehatan, kepala sekolah, guru BK, serta para tenaga pendidik.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, dr. Jaya Mualimin, berhalangan hadir dan diwakili oleh Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK), drg. Rochmat Koesbiantoro, yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Dalam sambutannya, drg. Rochmat menyampaikan bahwa isu perundungan (bullying) bukan lagi masalah sepele. “Bullying meninggalkan dampak jangka panjang, kecemasan, depresi, penurunan prestasi akademik, bahkan bisa berujung fatal. Karena itu, penanganannya harus dilakukan lintas sektor, bukan hanya oleh sektor kesehatan,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak, mulai dari dunia pendidikan, DP3A, tenaga kesehatan, hingga orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman. “Kesehatan jiwa bukan hanya tentang pengobatan, tapi juga pencegahan dan perlindungan sejak dini,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur RS Atma Husada Mahakam, dr. Indah Puspitasari, mengungkapkan kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap maraknya kasus perundungan di sekolah. “Kami melihat dampak mental yang timbul dari kejadian bullying cukup serius. Karena itu, perlu ada langkah nyata bersama sekolah, guru, dan orang tua untuk mendeteksi dini serta mencegahnya,” jelasnya.
Menurut dr. Indah, tujuan seminar ini untuk meningkatkan pemahaman guru, orang tua, dan siswa tentang bahaya bullying, sekaligus mendorong terbentuknya Tim Anti Bullying di sekolah-sekolah.
“Anak-anak kita berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan sehat, baik secara fisik maupun mental. Mereka bukan hanya objek pendidikan, tetapi aset masa depan bangsa,” pesan dr Indah.
Seminar menghadirkan dua narasumber utama, yaitu dr. Nurulita Tunjung Sari, Sp.KJ dan dr. Fauziah Andriyani, MARS, keduanya berasal dari RS Atma Husada Mahakam. Para peserta tampak antusias mengikuti paparan dan sesi diskusi yang membahas tentang strategi pencegahan, penanganan kasus bullying, serta pentingnya dukungan psikologis bagi korban.
Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antar-sektor dalam menciptakan sekolah sehat jiwa, sebagai pondasi menuju Generasi Emas Indonesia 2045. (ME)




















