KALTIMUtama

Persakmi Kaltim Tancap Gas di Raker 2026
Perkuat Sinergi Pemda, Posyandu, dan Kewirausahaan Sehat

NUSANEWS.CO.ID – SAMARINDA. Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Kalimantan Timur menggelar Rapat Kerja (Raker) tahun 2026 di Odah Etam, Gubernuran Kalimantan Timur, Jumat (6/2). Raker ini menjadi rapat kerja pertama Persakmi Kaltim dan dihadiri secara lengkap oleh jajaran pengurus lintas bidang.

Ketua Harian Persakmi Kaltim, Masitah, mengatakan Raker digelar sebagai bentuk komitmen organisasi dalam mendukung visi dan misi Gubernur Kalimantan Timur, khususnya pada sektor kesehatan masyarakat.

“Rapat kerja ini bertujuan mendukung visi dan misi Gubernur Kalimantan Timur. Persakmi ingin mengambil peran nyata dalam program kesehatan masyarakat di Kaltim,” ujar Masitah.

Ia berharap keberadaan Persakmi semakin dikenal oleh pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Harapannya pemerintah dan masyarakat makin mengenal Persakmi, sehingga ke depan kita bisa menjalin perjanjian kerja sama dengan perangkat daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” tambahnya.

Dalam Raker tersebut, delapan bidang memaparkan rencana kerja masing-masing. Salah satu fokus utama adalah percepatan pembentukan kepengurusan cabang (Pengcab) Persakmi di kabupaten/kota. Saat ini, Pengcab baru terbentuk di Samarinda, Balikpapan, Bontang, dan Penajam Paser Utara (PPU).

Beberapa bidang juga mengusung penguatan peran posyandu dalam mendukung percepatan penurunan stunting, melalui penggagasaan PKS dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Tim Penggerak PKK di daerah binaan. Selain itu, Persakmi Kaltim mendorong pengembangan kewirausahaan masyarakat melalui UMKM jajanan sehat.

Bendahara Persakmi Kaltim, Hijrah Mas’ud, menekankan pentingnya kemandirian dan keberlanjutan organisasi melalui pengelolaan program ekonomi yang terukur.

“Pengembangan UMKM jajanan sehat tidak hanya mendukung pola hidup sehat, tetapi juga menjadi upaya membangun kemandirian organisasi. Dari program usaha ini, Persakmi menetapkan kontribusi organisasi sebesar 15 persen untuk mendukung program lintas bidang,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Kode Etik Persakmi Kaltim, Subirman, mengingatkan pentingnya profesionalisme dan etika dalam setiap peran anggota Persakmi, terutama saat terlibat dalam kegiatan lintas sektor.

“Setiap anggota Persakmi harus membawa identitas organisasi dalam setiap kegiatan. Profesionalisme, etika, dan integritas menjadi nilai utama agar Persakmi dipercaya sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat,” tegas Subirman.

Raker juga menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, antara lain penguatan publikasi dan media, kolaborasi riset dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), penyusunan template PKS multipihak, pengembangan desa binaan, serta percepatan pelantikan pengurus daerah yang belum terbentuk.

Melalui Raker 2026 ini, Persakmi Kaltim menegaskan komitmennya untuk tampil lebih aktif, profesional, dan kolaboratif dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat di Kalimantan Timur. (mei)