KALTIMUtama

Pemprov Kaltim Transfer Rp103,14 Miliar UKT ke 57 Perguruan Tinggi
21.127 Mahasiswa Terima Manfaat

NUSANEWS.CO.ID – SAMARINDA. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi mentransfer anggaran bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester genap tahun 2026 kepada 57 perguruan tinggi negeri, swasta, dan kerja sama di Kaltim, Jumat (13/2)

Berdasarkan rekapitulasi tahun 2026, total mahasiswa penerima mencapai 21.127 orang, dengan total anggaran yang telah disalurkan sebesar Rp103.147.556.750.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kaltim, Hj Dasmiah, menyampaikan bahwa seluruh dana telah ditransfer langsung ke rekening masing-masing perguruan tinggi.

“Per tanggal 13 Februari 2026, bantuan UKT semester genap untuk mahasiswa baru telah kami cairkan ke seluruh perguruan tinggi penerima di Kalimantan Timur. Totalnya 21.127 mahasiswa dengan nilai lebih dari Rp103 miliar,” ujarnya.

Untuk kategori Perguruan Tinggi Negeri (PTN), penerima bantuan terbesar adalah:

  • Universitas Mulawarman – 5.134 mahasiswa (Rp25,67 miliar)
  • Politeknik Negeri Samarinda – 1.683 mahasiswa (Rp7,42 miliar)
  • Institut Teknologi Kalimantan – 1.541 mahasiswa (Rp5,72 miliar)
  • UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda – 1.331 mahasiswa (Rp5,50 miliar)

Sementara untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS), penerima terbesar di antaranya:

  • Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur – 3.477 mahasiswa (Rp19,20 miliar)
  • Universitas Balikpapan – 600 mahasiswa (Rp3,16 miliar)
  • Universitas Mulia – 670 mahasiswa (Rp3,40 miliar)
  • Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda – 476 mahasiswa (Rp2,31 miliar)

Selain itu, bantuan juga disalurkan kepada perguruan tinggi kerja sama di luar daerah seperti Universitas Hasanuddin, Universitas Gunadarma, dan Universitas Bakrie.

Pemprov Kaltim menegaskan bahwa program bantuan UKT ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan tinggi yang lebih merata.  Dengan telah ditransfernya anggaran tersebut, mahasiswa diharapkan dapat melanjutkan perkuliahan semester genap tanpa kendala administrasi keuangan.   Program ini juga menjadi bagian dari prioritas pembangunan pendidikan di Kalimantan Timur, guna mencetak generasi unggul dan berdaya saing. (me)