KALTIMUtama

Mutasi Pejabat RSUD AWSjahranie
Momentum Percepatan Kinerja dan Peningkatan Layanan

NUSANEWS.CO.ID – SAMARINDA. PELANTIKAN dan pengambilan sumpah jabatan pejabat administrator dan pejabat lainnya di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menjadi momentum penting dalam upaya penyegaran organisasi serta percepatan kinerja birokrasi. Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur tersebut berlangsung di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Senin (22/12).

Pelantikan ini diharapkan mampu memperkuat komitmen seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang dilantik untuk bekerja lebih profesional, adaptif, dan responsif dalam mendukung visi dan misi pembangunan Kalimantan Timur, sekaligus menjawab tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS), dr. Indah Puspitasari, menegaskan bahwa pelantikan dan mutasi jabatan bukan sekadar perputaran posisi, melainkan bagian dari strategi organisasi untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan.

“Pelantikan ini merupakan bentuk penyegaran. Semua pejabat yang dilantik harus banyak belajar dan banyak bertanya. Belajar itu tidak cukup hanya dengan membaca, tetapi juga perlu komunikasi, kolaborasi, dan keterbukaan, baik dengan pendahulu maupun dengan staf yang ada di unit kerja masing-masing,” ujarnya.

Menurut dr. Indah, ASN yang baru dilantik harus mampu segera beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru. Pengalaman sebelumnya menjadi modal penting, namun tetap dibutuhkan semangat belajar ulang agar dapat menjalankan tugas secara optimal.
“Mereka yang dilantik tentu sudah lama menduduki jabatan sebelumnya. Karena itu, di tempat yang baru harus belajar kembali, menyesuaikan diri, dan bergerak cepat. Kita sudah tidak punya banyak waktu untuk berlarut-larut pada pola lama,” tegasnya.

Memasuki tahun 2026, dr. Indah menekankan pentingnya perubahan ritme kerja di seluruh lini organisasi. ASN dituntut untuk bekerja lebih keras, lebih cepat, lebih cerdas, dan tetap dilandasi keikhlasan dalam pengabdian.

“Speed kerja harus dipercepat. Kita dituntut untuk bekerja lebih cepat dan lebih fokus agar seluruh program yang mendukung Standar Pelayanan Minimal (SPM), standar mutu pelayanan, serta keselamatan pasien maupun masyarakat dapat segera terealisasi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa percepatan kinerja tersebut harus tetap berada dalam koridor aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Inovasi dan terobosan tetap diperlukan, namun harus dilakukan secara tertib dan akuntabel.
“Kita harus siap dengan berbagai strategi dan langkah kerja, tentu dengan jurus-jurus yang sesuai aturan dan tidak melanggar ketentuan. Yang terpenting, semua bergerak dengan tujuan yang sama,” jelasnya.
Lebih lanjut, pelantikan ini juga diharapkan mampu memperkuat peran ASN dalam mendukung program strategis pemerintah, termasuk pembangunan sumber daya manusia sebagai bagian dari visi besar Indonesia Generasi Emas, khususnya Kalimantan Timur Menuju Generasi Emas.

“ASN memiliki peran sentral dalam menyiapkan fondasi generasi masa depan. Karena itu, peningkatan kinerja birokrasi dan kualitas pelayanan publik harus berjalan seiring dengan pembangunan manusia yang berkelanjutan,” tambah dr. Indah.

Ia berharap, dengan kepemimpinan dan susunan pejabat yang baru, kinerja rumah sakit di tahun mendatang dapat meningkat secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Harapannya, tahun depan harus lebih baik dari tahun ini. Pelayanan lebih cepat, tata kelola lebih baik, dan kepercayaan masyarakat semakin meningkat,” pungkasnya.

Dalam pelantikan tersebut, sejumlah ASN dari berbagai perangkat daerah turut dilantik, termasuk lima pejabat di lingkungan RSUD Abdul Wahab Sjahranie yang mengalami mutasi jabatan. Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memperkuat birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan. (ME)

What's your reaction?