MARATUA — Rapat Koordinasi dan Evaluasi Lembaga Tilawatil Qur’an LPTQ Provinsi Kaltim yang diselenggarakan di Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, 13-14 Desember 2024 resmi berakhir.
Ketua LPTQ Provinsi Kaltim Sri Wahyuni sebelum menutup kegiatan berpesan agar LPTQ Kabupaten/Kota punya pemetaan cabang unggulan daerah masing-masing.
“Setidaknya harus ada pusat-pusat unggulan Tilawatil Qur’an kabupaten/kota. Ini untuk memudahkan pembinaan secara tepat, sistematis, dan terukur, ” ujar Sri Wahyuni saat menutup Rakor dan Evaluasi LPTQ Provinsi Kaltim, di Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Sabtu (14/12/2024) malam.
Jika sudah terbentuk pusat unggulan Tilawatil Qur’an kemudian LPTQ berperan melakukan pembinaan dengan menyiapkan program hingga mendatangkan pelatih.

Menurutnya LPTQ sebagai lembaga yang bertanggung jawab melakukan pembinaan dan pengembangan Tilawatil Qur’an sudah sepatutnya terus berinovasi membuat terobosan program.
“Nasional sudah ada roadmap. Kaltim diharap meniru dengan catatan menyelesaikan kebutuhan dan kondisi daerah,” katanya.
Terkait rakor dia menyebut kegiatan sangat luar biasa. Dilaksanakan di Maratua yang notabene daerah tujuan wisata dan pulau terluar Kaltim, kemudian dihadiri pelatih nasional, dan seluruh peserta ikut rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.
“Dengan rakor kita mendapatkan kesepakatan, silaturahmi, dan keindahan pulau. Bahkan ada peserta yang berharap rakor kedepan termasuk training center dipusatkan di sini,” celetuknya.
Sri Wahyuni yang juga Sekprov Kaltim ini mengucapkan terimakasih atas partisipasi aktif peserta mengikuti kegiatan dan memberikan sumbangan pemikiran dibahas dalam komisi menghasilkan keputusan bersama kemudian ditandatangani.
Setelah ini dituntut komitmen. Ini jadi landasan menyuarakan ke kabupaten/kota melaksanakan rekomendasi yang dihasilkan agar LPTQ bisa bekerja sesuai dengan tugasnya. (rif/tar)




















