NUSANEWS CO.ID – SAMARINDA. RSUD IA Moeis Samarinda terus memperluas perannya sebagai rumah sakit rujukan dengan menghadirkan layanan Bedah Saraf, yang resmi beroperasi sejak Desember 2025. Layanan ini menjadi solusi bagi masyarakat Kaltim yang selama ini harus dirujuk ke luar daerah untuk penanganan gangguan sistem saraf.
Layanan Bedah Saraf di RSUD IA Moeis ditangani langsung oleh dr Ramdan, Sp.BS, satu dari lima dokter bedah saraf yang ada di Kota Samarinda. Kehadiran spesialis ini memungkinkan penanganan kasus saraf dilakukan lebih cepat, tepat, dan terintegrasi.
Menurut dr Ramdan, pelayanan bedah saraf saat ini masih tergabung dalam poli bedah umum, namun penanganannya sudah bersifat spesifik dan terfokus.
“Fokus kami adalah gangguan saraf pusat dan saraf tepi, termasuk kasus pada otak, tulang belakang, dan saraf perifer,” jelasnya.
Berbagai kasus dapat ditangani melalui layanan ini, mulai dari kelainan bawaan, cedera akibat kecelakaan lalu lintas maupun olahraga, gangguan pembuluh darah otak, infeksi, hingga tumor dan penyakit degeneratif akibat pertambahan usia. Tak hanya layanan elektif, RSUD IA Moeis juga siap menangani kegawatdaruratan saraf. Dukungan fasilitas penunjang seperti CT Scan dan MRI menjadi kekuatan utama dalam memastikan diagnosis secara cepat dan akurat.
“Dengan CT Scan dan MRI, kami bisa memastikan atau menyingkirkan diagnosis dengan lebih presisi, sehingga penanganan bisa segera dilakukan,” kata dr Ramdan.
Sejumlah kasus kegawatdaruratan seperti stroke, cedera otak traumatik, hingga hidrocephalus kini dapat ditangani langsung di RSUD IA Moeis tanpa perlu rujukan keluar daerah. Untuk tindakan operasi, dr Ramdan menjelaskan bahwa bedah saraf membutuhkan waktu lama dan ketelitian tinggi.
“Tindakan bedah saraf bisa berlangsung berjam-jam. Saat ini kami belum menangani operasi di atas enam jam karena belum ada kasus yang membutuhkan,” ungkapnya.
Meski masih dilakukan secara konvensional, RSUD IA Moeis terus berupaya meningkatkan mutu layanan. Ke depan, pengadaan peralatan microneurosurgery menjadi salah satu target pengembangan untuk menunjang hasil pembedahan yang lebih optimal. Poli Bedah Saraf RSUD IA Moeis beroperasi mengikuti jadwal poli lainnya dan dijalankan secara kolaboratif dengan dokter spesialis lain, terutama untuk kasus-kasus kompleks.
“Jumlah dokter bedah saraf di Samarinda masih sangat terbatas, dan RSUD IA Moeis menjadi salah satu rumah sakit yang memiliki layanan ini,” pungkas dr Ramdan.
Dengan hadirnya layanan Bedah Saraf, RSUD IA Moeis kian menegaskan posisinya sebagai rumah sakit rujukan regional yang mampu memberikan pelayanan spesialistik dan penanganan kegawatdaruratan saraf secara komprehensif. (DIM)












