SAMARINDA. Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Samarinda menggelar pemeriksaan untuk driver angkutan umum antar kota.
Pemeriksaan ini dalam rangka memastikan arus mudik dan arus balik lebaran aman selama di perjalanan.
Kali ini bukan hanya kendaraan yang di cek fisik dan surat-suratnya , tetapi pengemudi bus pun dilakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh hingga tes urine untuk tes narkoba.
H-10 lebar, Jumat (21/3) Plt Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Irhamsyah bersama Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr Jaya Mualimin dan Kepala BNN Kota Samarinda Kombes Pol Belny Warlansyah memantau langsung pemeriksaan di beberapa terminal di Kota Samarinda.
Secara resmi juga dibuka posko lebaran di Terminal Bus Sungai Kunjang, Terminal Bus Lempake Samarinda dan Terminal Bus Samarinda Seberang.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Irhamsyah menyebut, secara rutin persiapan sudah dilakukan sejak tanggal 14 Maret. Pelabuhan Sungai Kunjang, kemudian di Pasar Pagi untuk pelabuhan speed yang ke Melak dan Mahulu berkoordinasi dengan KSOP dan Pol Air sudah terlebih dilakukan ramp check,keselamatan dan dokumen kapal. Dan ini tahun pertama berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan BNN.
“Memang tahun ini kita lakukan juga pemeriksaan kesehatan dan tes urine. Ini juga terkait program Gubernur dan Wagub untuk pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat Kaltim. Jadi tidak menutup kemungkinan tidak hanya driver, tapi ada peluang juga penumpang bisa diperiksa kesehatannya oleh Dinas Kesehatan,” tutur Irhamsyah.
Dikatakannya, untuk kendaraan umum (Bus) yang melakukan angkutan umum sebenarnya secara rutin sudah dilakukan pengecekan kelayakan kendaraan, namun dengan adanya posko lebaran ini, maka kembali dilakikan. Jika ada unit yang bermasalah, bisa diganti dengan kendaraan lain untuk memastikan keselamatan penumpang.
Irhamsyah menyebut, jumlah armada di Terminal Sungai Kunjang ada 84 bus dengan 19 PO yang melayani trayek Balikpalan- Samarinda dan Samarinda-Balikpapan.
Untuk trayek Sangatta-Samarinda ada 11 armada dengan 3 PO yang aktif.
Sementara Sangatta-Bontang ada 1 PO dengan 2 armada, dan rute Berau-Samarinda ada 1 armada dan satu armada untuk rute Samarinda-Berau.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr Jaya Mualimin ditempat yang sama menambahkan, untuk perjalanan mudik, tentu memerlukan kesehatan yang ekstra.
Dalam pemeriksaan kesehatan (CKG) seluruh driver dilakukan skrening untuk hipertensi, dan faktor resiko gula darah, obesitas, tuberkulosis, dan skrening faktor resiko penyakit lain.
“Ini diberlakukan untuk seluruh pengemudi dan hasilnya langsung keluar hari ini untuk mengetahui kesehatan pengemudi. Setiap posko terpadu karena kita bekerjasama dengan.kepolisian daerah dan dishub, BBN kita sesuaikan dengan posko gabungan,” tuturnya.
Untuk setiap posko, Dinas Kesehatan menyiapkan dokter, perawat dan ambulance serta.
“Kita siapkan juga puskesmas untuk petugasnya stanby, jika memang ada yang harus dirujuk ke puskesmas,” tambah dr Jaya.
Kepala BNN Kota Samarinda, Kombes Pol Belny Warlansyah mengungkapkan, dalam pemeriksaan para pengemudi ini, jika memang ada yang positif, maka akan dilakukan konseling. Tidak perku khawatir jika didapatkan hasil terpapar. Karena tidak akan diproses secara hukum.
Ia mengapresiasi kolaborasi untuk memastikan keselamatan para pemudik dengan pemeriksaan kesehatan dan tes narkoba yang tahun ini pertama kali dilakukan.
“Saat ini banyak beredar hoax. Jangan khawatir melapor ke BNN bilamana ada tetangga, saudara, atau rekannya yang ingin sembuh yang terpapar ternyata konsumsi narkoba . Tidak akan kita proses hukum, tapi kami bina.
Karena mereka yang positif tadi, mereka juga korban.
Hoax kedua, memakai narkoba katanya untuk vitalitas atau stamina, itu tidak benar. Karena disitu ada kerja yang over. Sehingga enzim yang tadinya hanya kuat bekerja 2 jam, bisa menjadi 8 jam. Maka itu merusak enzim. Bahkan ini bisa menjadi kecanduan yang berdampak pada masalah lain. Dengan kita melakukan skrening ini, untuk mengetahui seberapa besar warga kita yang terlibat narkoba. Karena ini ketergantungan, ini yang mau kita putus,” tegasnya.
Usai meninjau di Terminal Bus Sungai Kunjang, rombongan juga meninjau Terminal Bus Samarinda Seberang dan Terminal Bus Lempake. (s/lin)




















