NUSANEWS.CO.ID- SAMARINDA. PENETAPAN status siaga darurat bencana kekeringan di.Kecamatan Long Pahangai dan Kecamatan Long Apari Kabupaten Mahulu, Pemprov Kaltim bergerak cepat.
Jumat (⅛) DINAS Kesehatan Kaltim melepas tim medis dan bantuan kesehatan.
Tim kesehatan berangkat beriringan dengan BPBD Kaltim yang membawakan bantuan logistik kebutuhan masyarakat disana.
“Bantuan ini ditujukan untuk warga di dua kecamatan yang paling terdampak, yakni Long Pahangai dan Long Apari, yang mengalami kesulitan akses dan pasokan makanan,” kata Kepala Dinkes Kaltim, dr Jaya Mualimin.
Ia menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan 50 paket bantuan untuk bayi, 50 paket untuk balita, dan 50 paket untuk ibu hamil. Bantuan tersebut berisi makanan tambahan, vitamin, dan obat-obatan. Tiga orang petugas Dinkes dikerahkan untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang berhak.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinkes Mahulu untuk menentukan sasaran. Kami juga mendapat laporan bahwa meski tenaga kesehatan di sana cukup, kebutuhan makanan menjadi masalah utama karena harganya melambung tinggi, beras saja 1 karung bisa mencapai Rp 1 juta lebih harganya,” ungkapnya.
Kali ini adalah gelombang pertama, selanjutnya akan dikirim tim kedua yang membawa bantuan masker, serta obat-obatan untuk penyakit yang sering muncul saat kekeringan, seperti gatal-gatal, demam, diare, dan ISPA.
Selain itu, masyarakat Mahulu akan diberikan edukasi kesehatan agar dapat bertahan dan menjaga kesehatannya disaat krisis saat ini.
Ketua Tim Pengendalian Krisis Kesehatan Dinkes Kaltim Adi Permana menjelaskan bahwa langkah ini diambil setelah adanya Surat Keputusan (SK) Bupati Mahulu dan Gubernur Kaltim terkait siaga bencana hidrometeorologi.
Kondisi kekeringan di Mahulu ini diperburuk oleh kesulitan akses logistik, terutama karena sungai sebagai jalur utama tidak bisa dilalui kapal. Hal ini menyebabkan jalur darat menjadi satu-satunya pilihan, tetapi perjalanannya sangat berat dan memakan waktu berhari-hari
“Kita menurunkan tim asesmen untuk mengevaluasi kondisi disana. Karena kondisi akses yang terbatas long pahangai dan long apari. Sehingga stok makanan agak susah. Makanya kita memberikan bantuan makanan , PMT dan beberapa vitamin dan obat2an. Memang sangat terbatas kondisi disana. Khususnya kondisi ibu hamil, bayi dan balita. Rombongan besok dengan BPBD akan konvoi jalan darat,” jelasnya.
Untuk tim pertama, Adi menyebutkan 3 orang dari Dinas Kesehatan yang berangkat, dua dari Bidang Layanan Kesehatan, dan 1 orang dari Farmasi.
“5 hari rencananya disana. Kita prioritaskan pada bayi dan balita. Karena kondisi disana ada yang sudah sakit, termasum karena kurangnya air bersih,” pungkasnya. (me)












