KALTIMUtama

Dapur Darurat Karhutla di Sungai Bawang Masak hingga 100 Porsi, YJI Kaltim Turun Bantu Relawan

NUSANEWS.CO.ID – MUARA BADAK.  Di tengah kepungan asap dan kobaran api yang membakar lahan, sebuah dapur darurat di Desa Sungai Bawang, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar), tak pernah benar-benar sepi. Dari tempat sederhana itu, makanan disiapkan untuk para relawan yang sejak pagi hingga malam berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Setiap kali waktu makan tiba, dapur tersebut sedikitnya harus menyiapkan sekitar 100 porsi makanan. Relawan yang datang dari berbagai daerah menjadi alasan dapur darurat itu terus bergerak memenuhi kebutuhan konsumsi mereka.

Melihat perjuangan tersebut, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kaltim turut mengambil bagian. Selasa (15/9), Ketua YJI Kaltim Hj Wahyu Seno Aji bersama sejumlah pengurus mendatangi Sungai Bawang untuk menyerahkan bantuan bahan pokok makanan, masker dan kebutuhan lainnya bagi dapur darurat serta para relawan.

“Bantuan ini sangat membantu kami untuk memenuhi kebutuhan makan para relawan. Biasanya sekali makan bisa sampai 100 porsi,” ujar koordinator lapangan dapur darurat yang juga merupakan warga setempat.

Bagi warga Sungai Bawang, dapur darurat bukan sekadar tempat memasak. Aktivitas tersebut menjadi bentuk gotong royong untuk memastikan para relawan tetap memiliki tenaga saat berada di garis depan pemadaman.

Para relawan sendiri tersebar di sejumlah titik hingga kawasan perbatasan Desa Sungai Bawang dan Desa Pampang. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari relawan Samarinda, Tenggarong, masyarakat setempat hingga anggota kepolisian. Bahkan, dua personel dari Bontang turut bergabung membantu penanganan karhutla.

Tak hanya menyediakan makanan, warga juga ikut turun langsung memadamkan api. Dengan peralatan yang tersedia, masyarakat melakukan penyemprotan secara mandiri untuk membantu relawan mengendalikan kobaran api.

Ketua YJI Kaltim Hj Wahyu Seno Aji mengapresiasi semangat warga yang memilih bergerak bersama menghadapi karhutla.

“Hari ini warga juga melakukan penyemprotan untuk membantu pemadaman secara mandiri. Alhamdulillah, para relawan sangat antusias berjibaku dengan api yang membakar lahan-lahan kosong,” kata Wahyu.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan kuatnya kepedulian masyarakat di Sungai Bawang. Warga tidak hanya memikirkan keselamatan lingkungan sekitar, tetapi juga memastikan kebutuhan para relawan yang datang membantu tetap terpenuhi.

“Di daerah ini masyarakatnya bersatu dan saling peduli terhadap kebakaran lahan ini,” ujarnya.

Wahyu mengatakan, bantuan penanganan karhutla di kawasan tersebut juga terus berdatangan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan. Dukungan tersebut dinilai penting karena kebutuhan di lapangan tidak hanya berkaitan dengan proses pemadaman, tetapi juga konsumsi dan perlengkapan untuk menjaga kondisi para relawan.

Selain bahan pokok makanan, YJI Kaltim turut menyerahkan masker untuk membantu melindungi relawan dan masyarakat dari paparan asap selama berada di kawasan terdampak.

Sungai Bawang merupakan salah satu kawasan dengan jumlah penduduk yang cukup besar. Berdasarkan informasi yang disampaikan di lapangan, jumlah penduduk di wilayah tersebut mencapai sekitar 58 ribu jiwa.

Wahyu menegaskan, kepedulian YJI Kaltim terhadap masyarakat dan relawan dalam penanganan karhutla akan terus dilakukan. Sebelumnya, YJI Kaltim juga telah mengunjungi sejumlah wilayah lain yang terdampak karhutla dengan dukungan dari berbagai pihak.

“Kami ingin terus hadir dan berbagi. Bukan hanya melihat kondisi masyarakat yang terdampak, tetapi juga memberikan dukungan kepada para relawan yang berada di garis depan membantu memadamkan api,” pungkasnya.

Di tengah perjuangan memadamkan api, bantuan sederhana seperti bahan makanan dan masker menjadi energi tambahan bagi mereka yang memilih turun langsung menjaga lingkungan. Dari dapur darurat hingga titik pemadaman, semangat gotong royong warga Sungai Bawang menjadi bagian penting dalam menghadapi karhutla. (den)