KALTIMNusantaraUtama

Gebrakan dari IKN! PERSAKMI Usulkan Satu Desa Satu SKM di Kaltim

NUSANEWS.CO.ID – IBU KOTA NUSANTARA . Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyambut positif gagasan penguatan peran Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) hingga ke tingkat desa.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Persatuan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Kalimantan Timur yang digelar di Gedung Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Sabtu (29/8).

Ketua Umum PERSAKMI Pusat, Prof. Dr. Amiruddin Syam, dalam kesempatan itu mengusulkan program Satu Desa, Satu SKM kepada Gubernur Rudy Mas’ud.

Usulan tersebut disampaikan Prof. Amiruddin saat berbincang dengan Gubernur Kaltim dalam rangkaian kegiatan Rakerda PERSAKMI Kaltim.

Menurut Prof. Amiruddin, penguatan tenaga kesehatan masyarakat hingga tingkat desa penting untuk memastikan persoalan kesehatan dapat dicegah dan ditangani sejak dini.

Keberadaan satu Sarjana Kesehatan Masyarakat di setiap desa diharapkan mampu memperkuat pendekatan promotif dan preventif yang menjadi bagian penting dalam pembangunan kesehatan.

SKM, kata dia, tidak hanya berperan memberikan edukasi kesehatan, tetapi juga melakukan pendampingan masyarakat serta membantu mengidentifikasi berbagai persoalan kesehatan yang terjadi di lingkungan sekitar.

“Persoalan kesehatan harus kita lihat sampai ke tingkat paling bawah. Karena itu, kami mendorong adanya gagasan Satu Desa, Satu SKM, agar tenaga kesehatan masyarakat benar-benar hadir dan bergerak bersama masyarakat,” demikian semangat yang disampaikan Ketua Umum PERSAKMI Pusat dalam Rakerda tersebut.

Kehadiran SKM hingga tingkat desa juga diharapkan dapat menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan nyata masyarakat

Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.

Menurut Rudy, pembangunan kesehatan membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, organisasi profesi dan masyarakat harus bergerak bersama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Terlebih, Kalimantan Timur saat ini tengah menghadapi perubahan dan pertumbuhan yang sangat cepat seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Perkembangan kawasan, meningkatnya mobilitas penduduk serta aktivitas pembangunan akan membawa berbagai tantangan baru, termasuk dalam bidang kesehatan masyarakat.

Karena itu, Rudy menilai upaya memperkuat kesehatan masyarakat tidak hanya dapat dilakukan melalui pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan.

“Pencegahan penyakit dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat juga harus menjadi perhatian utama. Kolaborasi pemerintah dengan organisasi profesi seperti PERSAKMI, menurutnya, menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya tersebut,” tegas Gubernur.

Rakerda PERSAKMI Kaltim diharapkan menjadi salah satu ruang untuk menyatukan langkah dan membangun kolaborasi antara organisasi profesi dengan pemerintah dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Rudy Mas’ud juga menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.

Pembangunan daerah, kata dia, tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus diikuti dengan pembangunan kualitas manusia.

“Organisasi profesi kesehatan masyarakat harus terus melakukan transformasi untuk menjawab perkembangan dan kebutuhan masyarakat. PERSAKMI tidak hanya menjadi tempat berhimpunnya para Sarjana Kesehatan Masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan kesehatan,” tegasnya.

Dengan hadir langsung di tengah masyarakat, tenaga kesehatan masyarakat dapat memahami persoalan yang sebenarnya terjadi dan memberikan pendampingan sesuai kebutuhan.  Berbagai persoalan seperti stunting, gizi, sanitasi, kesehatan lingkungan, penyakit menular dan tidak menular hingga penerapan pola hidup bersih dan sehat membutuhkan pendampingan yang kuat dan berkelanjutan.

Dengan demikian, program kesehatan tidak hanya berhenti di tingkat perencanaan dan institusi, tetapi benar-benar dapat dirasakan manfaatnya hingga ke tingkat akar rumput.

Rakerda PERSAKMI Kaltim tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Ketua Umum PERSAKMI Pusat Prof. Dr. Amuruddin Syam, Ketua PERSAKMI Kaltim Masitah, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim dr Jaya Mualimin, Deputi Bidang Sosial OIKN Alimuddin, serta Direktur Pelayanan Dasar OIKN Suwito.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi penegasan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, Otorita IKN dan organisasi profesi dalam membangun sistem kesehatan masyarakat yang kuat.

Ketua PERSAKMI Kaltim, Masitah menambahkan, PERSAKMI memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas pelaksanaan profesi kesehatan masyarakat.

Tidak hanya menjadi wadah berhimpunnya para Sarjana Kesehatan Masyarakat, PERSAKMI juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan profesi dijalankan sesuai kompetensi, standar dan etika.

“Organisasi profesi juga terus mendorong anggotanya untuk aktif melakukan pendampingan masyarakat. Dengan Rakerda ini, paling tidak, kami dapat memetakan, peran PERSAKMI ada dimana?,” ungkapnya.

Menurut Masitah, persoalan kesehatan tidak cukup diselesaikan melalui kebijakan di tingkat atas.  Tenaga kesehatan masyarakat harus bergerak langsung hingga ke tingkat akar rumput untuk memahami persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Usulan Satu Desa, Satu SKM pun menjadi salah satu gagasan yang diharapkan dapat memperkuat pembangunan kesehatan dari tingkat paling bawah.

Dari IKN, PERSAKMI membawa gagasan agar pembangunan kesehatan Kaltim semakin dekat dengan masyarakat: satu desa, satu SKM, bergerak bersama hingga ke akar rumput. (mei)