KALTIM

BPSDM Kaltim Apresiasi 10 ASN Berprestasi Pengembangan Kompetensi

NUSANEWS.CO.ID – SAMARINDA. Mengawali tahun 2026, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur, Nina Dewi, memberikan apresiasi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) berprestasi dalam pengembangan kompetensi (bangkom) sepanjang tahun 2025. Apresiasi tersebut disampaikan saat memimpin apel pagi di halaman Kantor BPSDM Kaltim, Senin (6/1).

Sebanyak 10 ASN dengan perolehan jam pelajaran (JP) tertinggi menerima piagam penghargaan dan tanda mata sebagai bentuk pengakuan atas komitmen mereka dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri. Dari jumlah tersebut, enam ASN merupakan Pejabat Fungsional Widyaiswara, yang menegaskan peran strategis widyaiswara sebagai motor penggerak pembelajaran dan peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur.

Peringkat pertama diraih oleh Novi Satria Jatmiko, Widyaiswara Ahli Pertama, dengan total capaian 780 JP. Peringkat kedua ditempati Muhammad Deny Sahroni, disusul Mochamad Ridwan di posisi ketiga dengan capaian masing-masing 546 JP. Selanjutnya, peringkat lainnya diisi oleh Hermi Yunisa, Sugeng Chairuddin, dan Surmiati yang juga berasal dari unsur widyaiswara.

Pada kesempatan yang sama, Nina Dewi turut memberikan apresiasi kepada para pejabat administrator (eselon III) di lingkungan BPSDM Kaltim atas capaian realisasi anggaran tahun 2025 yang berhasil menempatkan BPSDM Kaltim dalam lima besar realisasi anggaran di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Penghargaan tersebut diberikan kepada Sekretariat, Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional (PKMF), Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis (PKT), serta Bidang Sertifikasi Kompetensi dan Pengelolaan Kelembagaan (SKPK).

Dalam arahannya, Nina Dewi mengakui adanya penurunan pagu anggaran BPSDM Kaltim pada tahun 2026 yang cukup signifikan. Meski demikian, ia berharap seluruh jajaran tetap bekerja dengan semangat dan optimisme. Menurutnya, BPSDM Kaltim memiliki mandat anggaran pengembangan sumber daya manusia sebesar 0,37 persen dari total APBD, sehingga masih terdapat peluang penambahan anggaran melalui mekanisme APBD Perubahan.

Sementara itu, Koordinator Widyaiswara BPSDM Kaltim, Jauhar Efendi, menyampaikan rasa bangganya atas capaian para widyaiswara yang dinilai telah melampaui kewajiban minimal pengembangan kompetensi ASN. Ia menegaskan bahwa widyaiswara dituntut untuk terus menjadi insan pembelajar sekaligus teladan dalam proses transfer pengetahuan kepada peserta pelatihan. (*/s/dim)

What's your reaction?