NUSANEWS.CO.ID- SAMARINDA. DINAS Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menggelar Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan Masyarakat (Rakor Kesmas) bertema “Sinergitas Program Kesmas Menuju Generasi Emas Kaltim 2045” di Hotel Aston Samarinda, pada 27–30 Oktober 2025.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan membangun sinergi antarprogram serta lintas sektor bidang kesehatan masyarakat. Rakor dilaksanakan untuk mendukung pelaksanaan RPJMN 2025–2029, yang berfokus pada penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, penguatan politik luar negeri, dan pelestarian lingkungan hidup.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, dr Jaya Mualimin dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan kesehatan merupakan fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.
“Melalui Rakor ini diharapkan lahir komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola program kesehatan masyarakat dan langkah konkret untuk mencapai target RPJMN,” ujarnya.
Melalui Rakor ini, diharapkan terwujud langkah konkret di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, meliputi peningkatan mutu pelayanan kesehatan, penguatan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, peningkatan literasi kesehatan, serta sinergi lintas sektor dalam pencegahan penyakit dan promosi kesehatan.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, Rakor Kesmas diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Kalimantan Timur yang sehat, cerdas, dan produktif sebagai bagian dari kontribusi daerah menuju Indonesia Emas 2045.
Rakor diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan kabupaten/kota, lintas sektor, serta organisasi profesi. Di antaranya hadir perwakilan dari Bappeda, DP3A, BKKBN, Kemenag, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, PUPR, Kesbangpol, serta organisasi profesi seperti IDI, POGI, IBI, PPNI, HAKLI, dan PERSAGI.
Narasumber berasal dari Direktorat Kesehatan Keluarga, Direktorat Kelompok Rentan Kemenkes RI, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid melalui paparan materi, diskusi interaktif, dan perumusan kesepakatan bersama.
Rakor ini membahas berbagai isu strategis di bidang kesehatan, antara lain tingginya angka kematian ibu dan bayi, prevalensi stunting, peningkatan kasus penyakit menular dan tidak menular, masalah gizi, rendahnya kondisi kesehatan lingkungan, serta keterbatasan akses pelayanan kesehatan di beberapa wilayah. Selain itu, persoalan tata kelola program, kualitas data, sarana, dan tenaga kesehatan juga menjadi perhatian utama. Dinkes Kaltim menegaskan pentingnya penguatan manajemen internal serta kolaborasi lintas sektor agar pelaksanaan program kesehatan masyarakat lebih efektif dan terukur.
Kepala Bidang Kesmas Dineks Kaltim, Fit Nawati menguraikan, Rakor Kesmas bertujuan membangun kesamaan pemahaman dalam penerapan kebijakan dan strategi operasional bidang kesehatan masyarakat, memperkuat fungsi upaya promotif dan preventif, serta mendorong kolaborasi antarprogram untuk mencapai target RPJMN 2025–2029.
“Kesehatan masyarakat bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, tetapi kerja bersama seluruh elemen bangsa. Kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat menjadi kunci utama,” tegasnya. (ME)




















