Kesehatan

Penutupan Proyek JICA EWARS
Berhasil Memperkuat Sistem Kesehatan dengan Deteksi Dini

NUSANEWS.CO.ID-JAKARTA.  Kementerian Kesehatan RI bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) secara resmi menggelar Pertemuan Penyampaian Laporan Akhir dan Penutupan Proyek JICA EWARS (Early Warning and Response System), Kamis (17/7)  di Hotel Whyndham Casablanca Jakarta. Ini sebagai penanda berakhirnya program kerja sama strategis yang telah berlangsung selama empat tahun sejak 2021.

Melalui proyek bertajuk “Project for Strengthening Capacity for Early Warning and Response to Infectious Diseases”, JICA memberikan dukungan teknis dan pendampingan dalam penguatan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), khususnya di tiga provinsi percontohan: Banten, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Capaian dan dampak proyek selama masa pelaksanaannya, proyek ini berhasil meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang surveilans dan respons penyakit menular, dan mengoptimalkan sistem pelaporan SKDR berbasis digital untuk mendeteksi potensi
Selain itu, capaian lainnya adalah, sistem pelaporan SKDR berbasis digital untuk mendeteksi potensi KLB (Kejadian Luar Biasa). Mendorong respon cepat dan terkoordinasi di wilayah piloting, dan menyusun panduan teknis dan operasional berbasis praktik baik yang dapat direplikasi secara nasional.

Proyek ini dinilai berhasil memperkuat infrastruktur sistem kesehatan masyarakat dalam mendeteksi dan menangani wabah secara dini, yang sangat relevan dalam konteks peningkatan ketahanan kesehatan pasca pandemi COVID-19.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr Jaya Mualimin menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan proyek dan manfaat dari pelatihan yang diberikan selama program berlangsung.

“Partisipasi staf kami dalam pelatihan Knowledge Co-Creation Program on Developing Early Detection and Response Capacity to Infectious Disease Outbreak’ yang difasilitasi JICA sangat membuka wawasan. Banyak pengetahuan baru dan praktik Internasional yang bisa kami adopsi untuk memperkuat sistem kewaspadaan dini di daerah,” ujar dr Jaya.

Beliau juga menambahkan bahwa pendekatan kolaboratif dalam proyek ini mendorong peningkatan kapasitas lintas level — mulai dari tenaga surveilans di puskesmas hingga manajemen respons di tingkat provinsi. Hal ini sangat membantu dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks dan dinamis. (*/ica)

What's your reaction?