SAMARINDA. Mall terbesar di Samarinda mendadak mencekam Selasa (3/6) dinihari sekitar pukul 00.30 Wita. Kobaran api disusul asam tebal membumbung tinggi, disertai asap tebal yang mengepul dari pusat perbelanjaan terbesar di kota ini.
Kebakaran yang diduga berasal dari salah satu outlet di dekat area atrium mall itu sontak membuat kepanikan. Api menjalar cepat dan listrik di seluruh area mall langsung padam, menambah kepanikan di antara para pengunjung dan pekerja yang masih berada di dalam.
“Api sangat besar, asap langsung menyebar. Beberapa pengunjung terlihat panik dan langsung berlarian ke luar mall,” ujar salah satu relawan yang berada di lokasi.
Lima orang yang sempat pingsan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat dan dilaporkan tidak mengalami luka bakar. “Korban jiwa sementara belum ditemukan, namun proses penelusuran masih berlangsung,” tambahnya.
Komandan Pos SAR Samarinda, I.S. Abbas, juga menyatakan bahwa jarak pandang di dalam gedung sangat terbatas—sekitar 50 sentimeter. “Yang bisa masuk ke dalam hanya petugas yang sudah dilengkapi alat pelindung lengkap,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian besar korban mengalami sesak napas dan pingsan, namun belum ada yang dipastikan mengalami luka berat. “Rata-rata korban kami evakuasi dalam kondisi sadar meski lemas,” terang Abbas.
Dugaan sementara, kebakaran disebabkan korsleting listrik di area Big Mall. Disdamkar mengerahkan lima pos dan 30 personel untuk menangani insiden ini.
Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda pun langsung meluncur ke TKP. dan menemukan bahwa bukti di lapangan bahwa alat pemadam otomatis atau spinkler tidak berfungsi saat kebakaran berlangsung.
Kepala Disdamkar Samarinda, Hendra AH mengungkapkan, kronologi kebakaran yang terjadi pada Selasa sekitar pukul 00.00 WITA itu awal mula terbakar itu di area Atrium Big Mall Samarinda, khususnya di gerai pakaian. Tidak menyebar, namun karena ruangan tertutup mengakibatkan asap kemana-mana.
Hendra menjelaskan, alat pemadam otomatis atau sprinkler yang dimiliki Big Mall Samarinda tidak berfungsi beberapa waktu terakhir. Fungsi dari spinkler sendiri harusnya bisa mendeteksi serta menyemprotkan air jika terjadi kebakaran.
“Sebelumnya sudah kita rekomendasi pihak Big Mall untuk segera diperbaiki, namun tidak mendapat respon. Akhirnya kejadiannya begini,” sebutnya.
Data korban yang berhasil dihimpun oleh Disdamkar Samarinda sebanyak 25 orang. Mayoritas korban mengalami sesak nafas, serta mendapatkan perawatan dari pihak medis setempat. (me)




















